ReviewUlasan Produk

‘SMS Terakhir’ Bisa Jadi Referensimu Menulis Cerpen untuk Media

Judul buku: SMS Terakhir

Penulis: Setiawan Chogah

Penerbit: Sheila, Penerbit Andi

Tebal: 164 halaman

Harga: Rp35.000

 

biem.co — Kamu pernah jatuh cinta sampai berdarah-darah? Atau sering sakit hati tapi nggak tahu harus seperti apa cara mengatasinya? Wah, kamu bener banget kalau memilih buku ini. Lima belas cerpen dalam buku SMS Terakhir bisa menjadi teman kamu mengatasi masa-masa galau tak berujung dan membunuh boring tak bersolusi. Cerpen pembuka berjudul “Mata Amiya” misalnya, kamu diajak untuk belajar setia saat long distance relationship melanda. Ini adalah cerpen pembuka yang asyik disimak. Gaya bertutur yang mengalir dan deskripsi yang kental dengan nuansa Minang, membuat kamu terbuai dan seakan membaca buku-buku sastra klasik Indonesia ala-ala Sutan Takdir Alisjahbana dan gengnya. Tapi tetap dengan bahasa ala-ala anak gaul zaman sekarang pastinya.

 

“Bukan Sultanurbaya” sebagai cerpen penutup pada buku ini menegaskan, kalau seisi buku memang layak dibaca sampai akhir. Dan pastinya tetap konsisten dengan gaya cerita keminangan yang khas. Nah, kalau cerpen “SMS Terakhir” bisa kamu temukan di halaman 41, tepatnya cerpen ke-4 di buku ini. Pada kepo kan isinya apa? Mending cari aja langsung bukunya. Secara, nih buku bisa banget jadi referensi untuk membuat karya sastra yang bersetting lokalitas. Oh ya, sesekali ada juga kok setting Banten. Jadi, nggak hanya Minang. Buku solo pertama yang ditulis Setiawan Chogah ini sangat nendang. Terutama buat yang kamu lagi konsen nulis dan pengin banget dimuat di majalah dan koran. Secara, ke-15 cerpen di buku ini, pernah dimuat di media massa, loh. Wuih mantap. Yuk ah, langsung cari bukunya. Nggak bikin kantong kamu bolong atau dompet kamu bengong, kok.

 

Bagi kamu yang pengin buku ini, bisa dibeli secara online ke penerbitnya di sini, atau bagi yang mau dapat bonus tanda tangan narsis dari penulisnya langsung, bisa pesan via SMS/WhatsApp ke 0821 1040 9641.


Ditulis oleh Hilal Ahmad, penikmat buku yang tinggal di Kota Serang, Banten.

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah
Tags
Lihat selengkapnya

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *