Catatan Irvan Hq: Gemblong Bakar

Senin, 26 Juni 2017 - 12:24 WIB
Dibaca: 541 Pembaca

Reporter: Irvan Hq
Editor: Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah
Share with:
Catatan Irvan Hq: Gemblong Bakar


biem.co – Tren foto yang diupload di media sosial selalu kekinian seiring dengan waktu dan peristiwa yang terjadi saat itu. Di sekitaran Provinsi Banten misalnya, ada dua trending foto di media sosial yang cukup unik dan menarik perhatian saya, yang pertama pada bulan puasa Ramadhan yang lalu, banyak ditemukan foto kegiatan buka bersama dengan bancakan di atas daun pisang, dan menginjak hari kedua lebaran foto makanan tradisional Gemblong baik itu yang dibakar maupun yang digoreng banyak menghiasi media sosial.

Bukan ketupat dengan opor ayam atau sayur angeun lada yang membuat saya selalu bersemangat untuk bertemu dengan moment lebaran, tetapi ada tradisi memakan gemblong bakar yang disantap bersama semur daging yang jarang ditemukan selain pada hari lebaran. Gemblong adalah makanan yang terbuat dari ketan yang dimasak dengan santan kemudian dibentuk bulat panjang seperti lempengan tebal di atas daun pisang. Buat saya gemblong yang dibakar lebih terasa nikmatnya, kalau sudah disajikan saya bisa menghabiskannya tanpa sisa.

Rasa hangat adalah salah satu alasan yang membuat saya tidak bisa melupakan tradisi makan gemblong bakar yang dicocol dengan semur daging itu. Yang pertama adalah dari cara pengolahannya, gemblong baru dibakar ketika hendak disajikan sehingga masih terasa hangat saat disantap. Yang kedua adalah waktu memakan gemblong itu sebelum atau sepulang sholat ied dimana semua anggota keluarga berkumpul dan baru saja saling bermaafan sehingga ada kehangatan yang muncul diantara kami saat menikmati gemblong bakar itu. 

Manusia tidak pernah lepas dari kesalahan, baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Kesalahan adalah sesuatu yang wajar di saat kita hidup bermasyarakat, baik dengan anggota keluarga, saudara, tetangga, handai taulan, kawan ataupun rekan kerja. Namun ketika kita bisa menyikapi kesalahan tersebut dengan saling memaafkan, itulah yang luar biasa. Allah SWT bahkan menyuruh kita menjadi orang yang pemaaf (Al A’raf : 199), karena dari proses saling memaafkan itu akan memunculkan suasana yang harmonis penuh cinta dan kasih sayang. 

Kehangatan inilah yang mungkin dirindukan oleh hampir setiap orang di penghujung bulan ramadhan, semua seperti ingin kembali ke tanah kelahiran masing-masing, ingin berada ditengah orang-orang yang kita sayangi, kehangatan suasana yang penuh cinta dan kasih sayang ini dapat mengendurkan urat-urat syaraf yang kencang setelah sekian lama menghadapi kerasnya gelombang kehidupan. Apalagi kalau kampung halaman tempat kita pulang suasananya masih menyenangkan dan jauh dari kontaminasi, penduduknya ramah, udaranya segar, airnya yang dingin dan pemandangannya yang masih hijau. Sehingga jangan heran seberat apapun perjalanan ke kampung halaman, prosesi mudik selalu ditempuh oleh hampir semua orang yang berlebaran. 

Di sebagian besar masyarakat Indonesia, selain mudik, Idul Fitri juga ditandai dengan sesuatu yang baru, mulai dari sepatu baru, pakaian baru, motor baru, mobil baru, bahkan isi rumah seperti kursi tamu, kulkas, TV dan sebagainya diganti oleh yang baru. Tidak heran bila menjelang Idul Fitri uang yang mengalir dari Jakarta dan sekitarnya ke daerah bisa lebih dari seratus triliun rupiah. Salah satu pemicu budaya konsumtif ini tentu saja disebabkan oleh adanya kewajiban perusahaan memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada setiap karyawannya. 

Seperti halnya mudik ke kampung halaman sebagai representatif dari kerinduan untuk kembali ke tempat asal usul dimana kita pertama kali dilahirkan, Idul Fitri juga berarti kembali ke fitrah atau kembali ke awal kejadian. Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan diharapkan kita semua kembali seperti awal kejadian, dimana pada awal kejadian semua manusia mengakui bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan (Al A’raf : 172). Setelah sekian lama dalam perjalanan hidup kita melupakan Allah dan melakukan salah dan dosa, Ramadhan bila dijalankan dengan sungguh-sungguh akan merubah kita menjadi manusia baru, seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu dengan bentuk yang baru, yang indah, yang mempunyai semangat yang baru, tekad yang baru, keinginan baru untuk membangun kembali pengabdian kita hanya kepada Allah semata. 

Dosa merupakan catatan keburukan di sisi Allah yang telah dilakukan manusia karena mereka tidak menjalankan perintah atau melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya. Dosa kepada Allah dapat terhapus dengan jalan bertaubat dan kepada sesama manusia dapat terhapus dengan silaturrahim. Ketekunan kita menjalankan puasa hanya untuk mencari ridho Allah niscaya akan mengikis dosa-dosa yang sudah kita lakukan. Momentum Hari Raya Idul Fitri menyempurnakan kita untuk menghapus dosa kita kepada sesama manusia dengan cara bersilaturrahmi saling memaafkan satu sama lain, dengan bersilaturrahim berarti kita menyambung kasih sayang baik kepada suami istri, kedua orang tua, anak, keluarga, kerabat, tetangga, teman dan relasi. Dengan memaafkan, tidak ada lagi kebencian dalam diri kita, dan Allah akan membukakan pintu surga bagi orang-orang yang memaafkan (Ali Imran : 134). 

Dengan demikian, keistimewaan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini ditentukan oleh diri kita masing-masing, apakah akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, atau kita sendiri yang membuatnya berbeda dengan tetap beribadah sekencang dan serajin ibadah di bulan Ramadhan, dan memaksimalkan Idul Fitri dengan bersilaturahmi, meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf, jangan biarkan kedengkian dan kebencian membakar jiwa kita yang telah putih bersih menjadi hitam di sana sini, seperti gemblong bakar yang siap disantap hanya untuk memuaskan selera dan mengisi perut hingga kenyang. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Semoga amal ibadah kita diterima Allah dan kita kembali ke fitrah serta meraih kemenangan melawan hawa nafsu. *** 


Irvan Hqadalah CEO biem.co dan Ketua Umum Banten Muda Community. Di sela waktu padatnya bekerja di sebuah perusahaan, Irvan menyempatkan diri membuat tulisan ringan sebagai catatan dari berbagai persoalan sosial kehidupan yang terjadi di sekelilingnya. 

TOPIK → #kolom 
Komentar Pembaca

Recommendation

Terkini

Sebanyak 107 Calon PPK se-Kota Serang Segera Jalani Tes

Bagi calon PPK yang sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota PPK saat Pilkada Banten 2017, seru Fierly, peni...

Read more


Bupati Serang Pesimis Interchange Bisa Dioperasikan Tahun Ini

Pemkab Serang belum lama ini telah mengevaluasi tim penyelesaiaan interchange terkait komitmen perusahaan.

Read more


Hiburan

Hadapi Valencia, Sevilla Harus Mendominasi

Dari posisi klasemen Sevilla menduduki peringkat ke-5 dengan raihan 16 point. Sementara selisih dua point dari...

Read more


Taman Potret, Tempat Wisata Asyik untuk Narsis di Kota Tangerang

Tidak ketinggalan di taman ini terdapat fasilitas wifi gratis yang dapat sobat manfaatkan untuk berbagai kegiatan.

Read more


Tutorial

Tutorial Cara Edit Gambar Dengan Mudah Lewat Handphone

Kali ini kami akan membagikan cara untuk tidak perlu repot lagi mengedit dengan aplikasi di laptop atau komput...

Read more


Resep Bubur Sop, Makanan Khas Labuan Banten

Seperti namanya, bubur Labuan menggunakan sayuran sebagaimana membuat sayur sop.

Read more


Inspirasi

Wahyu Fahmi, Pembuat Konten Vidgram Komedi Dakwah

Wahuy_, berkarya saja terlebih dahulu urusan di-repost akun instagram yang popular atau tayangan televisi itu ...

Read more


Ahmad Yani: Dialog Identitas Ala Anies Baswedan

Anies sangat menyadarkan kita, dengan kata pribuminya telah kembali menempatkan pribumi sebagai identitas yang...

Read more


Review

Cari Kafe yang Nyaman dan Instagramable? Dadu Playroom Jawabannya

Kafe ini terletak di jalan Ahmad Yani No. 70, Cilegon.

Read more


Resensi Film: Pengabdi Setan 2017 “Ibu Datang Lagi”

Kematian sang ibu menjadi awal dari kejadian menyeramkan yang ada di dalam rumah.

Read more


Kolom

Lingga Yoni di Logo UIN SMH Banten

Entah kenapa, pikiran saya tak mau diam, saya merasa UIN Banten bisa memiliki visual logo yang lebih estetis d...

Read more


Catatan Irvan Hq: Menyepelekan yang Sepele

Banyak sikap kita yang menyepelekan hal-hal yang sepele, padahal berdampak besar pada kerugian yang tidak bisa...

Read more


biem

biem.co Partner Paling Tepat untuk Bisnis Anda

biem.co adalah partner paling tepat untuk membantu bisnis Anda.

Read more


Hari Jadi biem.co ke-2

Dalam sambutannya, CEO biem.co, Irvan Hq, memberi pesan kepada anak muda agar berani bermimpi dan berani mewuj...

Read more


top