Udi Samanhudi: Guru Peneliti, Guru Masa Kini

Senin, 09 Oktober 2017 - 10:30 WIB
Dibaca: 1039 Pembaca

Reporter: Kiriman Pembaca
Editor: Esih Yuliasari
Share with:
ads
Udi Samanhudi: Guru Peneliti, Guru Masa Kini


Oleh Udi Samanhudi


biem.co – Tantangan dunia pendidikan semakin hari semakin luar biasa berat. Tidak hanya menyangkut persoalan moralitas para siswa dan guru seperti yang banyak dikeluhkan tetapi juga menyangkut persoalan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari semakin pesat saja perkembangannya. Di zaman yang berkelimpahan informasi yang syarat dengan kompleksitas seperti saat ini, siswa kita membutuhkan tidak hanya keterampilan berpikir kritis dan kreatif untuk bekal mereka ke depan nanti.

Tetapi juga keterampilan lain yang justru jauh lebih urgent seperti keterampilan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang cepat berubah, keterampilan berinisiatif dan mengarahkan diri sesuai bakat dan kemampuan (self-direction). Keterampilan berinteraksi dalam konteks lokal dan global (cross cultural skills) serta keterampilan memimpin yang mumpuni (leadership skills). Yang juga tidak kalah penting adalah pengetahuan siswa yang luas dan mendalam terhadap berbagai disiplin keilmuan yang salah satunya mereka dapatkan dari guru.

Guru dihadapkan pada beragam tantangan untuk senantiasa menghadirkan materi-materi yang berkualitas dan berkelas untuk disajikan di dalam setiap kegiatan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas melalui metode yang juga jitu. Oleh karena itu, guru hendaknya tidak merasa cukup dengan hanya memposisikan dirinya sebagai konsumen ilmu pengetahuan dan merasa puas setelah semua bab dalam buku teks terkuasai dan tersampaikan dengan baik pada siswa.

Guru hendaknya lebih aktif dalam proses pembangunan ilmu pengetahuan mengingat perannya dalam dunia akademik yang sangat penting. Artinya, kontribusi guru seharusnya tidak melulu dalam konteks mengajarkan materi dan membantu siswa memahami berbagai materi yang diajarkan. Lebih dari itu, guru dituntut untuk menggali sekaligus mengembangkan disiplin ilmu yang tengah menjadi tanggung jawabnya melalui sebuah kegiatan penelitian.   

Dengan peran dan pengalamannya, guru sangat berpotensi menjadi peneliti hebat dan berkontribusi jauh lebih banyak dalam kegiatan produksi dan diseminasi ilmu pengetahuan. Caranya dengan menjadikan kegiatan mengajarnya sebagai sebuah kesempatan untuk direfleksikan melalui pertanyaan-pertanyaan evaluatif dan reflektif. Kegiatan mengajar di dalam kelas adalah satu dari sekian banyak ‘ruang’ yang dapat digunakan sebagai media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dapat difokuskan.

Misalnya, pada upaya untuk memformulasikan model pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan harapan siswa dalam konteks kelas yang diajar dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Fokus lain dapat diarahkan pada upaya pemanfaatan beragam informasi yang ada secara daring di internet untuk dimaksimalkan sebagai bahan dalam kegiatan pembelajaran serta upaya untuk menciptakan suasana kelas yang mendukung siswa untuk belajar dan menjadikan mereka tahu akan caranya belajar sesuai minat dan bakat yang dimiliki (learning how to learn).

Sederhananya, guru peneliti adalah guru yang senantiasa bergerak untuk mencari, bertanya dan mengolah berbagai jenis informasi melalui sebuah proses panjang bernama penelitian. Guru sebagai peneliti artinya juga guru yang reflektif dan senantiasa mau tahu dan keukeuh untuk terus berinovasi terutama pada bidang yang diampunya.  Pengetahuan dan keterampilan meneliti yang mumpuni tentunya menjadi syarat mutlak untuk dikuasai dan dimiliki oleh guru karena hanya dari hasil penelitian yang dilakukan dengan ‘benar-lah’ sebuah keterbaruan ilmu pengetahuan dapat dipertanggung jawabkan dan layak untuk disebarluaskan.

Selain memahami secara holistik metodologi penelitian dan keterampilan dalam mengaplikasikannya di lapangan, seorang guru peneliti hendaknya melatih dirinya untuk lebih kreatif, persisten  dan komunikatif. Kreatifitas menjadi modal utama seorang guru untuk senantiasa mendorong dirinya berinovasi melalui kegiatan reflektif sekaligus saintifik melalui sebuah kegiatan penelitian. Guru peneliti adalah guru yang senantiasa mempertanyakan secara evaluatif dan reflektif berbagai kegiatan akademik terutama kegiatan mengajar di dalam kelas. Dengan sifat ini, guru akan senantiasa tertarik melihat kegiatan mengajarnya sebagai sesuatu yang layak untuk senantiasa diperbaharui melalui kegiatan penelitian.

Selain kreatifitas, guru peneliti dipersyaratkan untuk memiliki sifat keukeuh atau persistence. Dengan sifat ini seorang guru peneliti dituntut untuk tetap konsisten dalam upaya pengembangan keilmuan terutama pada bidang yang diajarkan. Keukeuh untuk terus belajar, memperbaharui keilmuan yang dimiliki dan berinovasi untuk menjadi guru yang berkualitas prima. Keukeuh dalam konteks penelitian dapat juga dimaknai konsisten untuk terus menjadikan kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sebagai wahana yang potensial untuk memberikan ruang bertumbuh bagi guru dan siswa sekaligus kesempatan untuk memproduksi ilmu pengetahuan melalui jalur penelitian.

Sifat yang juga tidak kalah penting adalah komunikatif. Seorang guru peneliti adalah guru yang selalu siap untuk mengkomunikasikan hasil penelitiannya kepada khalayak baik dengan menuliskannya di media massa atau melalui konferensi dan seminar yang memungkinkan untuk didesiminasikan pada masyarakat akademik yang lebih luas. Dengan cara ini, sebuah hasil penelitian tidak akan menjadi ‘the untold scientific stories’  dimana hasil riset yang dilakukan oleh guru hanya digunakan untuk ‘kesenangan pribadi’ sebagai guru kelas X di sekolah Y. Jadi, sebagai guru, mari bergegas dan terus menyemangati diri untuk berkontribusi lebih banyak dalam upaya membangun pengetahuan melalui penelitian. A real teacher today is a teacher-researcher!


Udi Samanhudi adalah Akademisi Untirta, Awardee Beasiswa LPDP program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemenkeu RI dan saat ini tengah menempuh studi doktoral dalam bidang Teaching of English for Speakers of Other Languages and Applied Linguistics, Queen’s University of Belfast, United Kingdom.


Rubrik ini diasuh oleh Fikri Habibi.


Berita Terkait :

Udi Samanhudi: Masa Muda, Masa Depan dan Passion
Infaq Ilmu dari Unindra untuk Kampung Belajar SMA Bina Putera-Kopo
Mochammad Dimas Andra Saputra, Wakil Banten di Australia-Indonesia Youth Exchange Program 2017

TOPIK → #Opini 
Komentar Pembaca

Recommendation

Terkini

Sebanyak 107 Calon PPK se-Kota Serang Segera Jalani Tes

Bagi calon PPK yang sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota PPK saat Pilkada Banten 2017, seru Fierly, peni...

Read more


Bupati Serang Pesimis Interchange Bisa Dioperasikan Tahun Ini

Pemkab Serang belum lama ini telah mengevaluasi tim penyelesaiaan interchange terkait komitmen perusahaan.

Read more


Hiburan

Hadapi Valencia, Sevilla Harus Mendominasi

Dari posisi klasemen Sevilla menduduki peringkat ke-5 dengan raihan 16 point. Sementara selisih dua point dari...

Read more


Taman Potret, Tempat Wisata Asyik untuk Narsis di Kota Tangerang

Tidak ketinggalan di taman ini terdapat fasilitas wifi gratis yang dapat sobat manfaatkan untuk berbagai kegiatan.

Read more


Tutorial

Tutorial Cara Edit Gambar Dengan Mudah Lewat Handphone

Kali ini kami akan membagikan cara untuk tidak perlu repot lagi mengedit dengan aplikasi di laptop atau komput...

Read more


Resep Bubur Sop, Makanan Khas Labuan Banten

Seperti namanya, bubur Labuan menggunakan sayuran sebagaimana membuat sayur sop.

Read more


Inspirasi

Wahyu Fahmi, Pembuat Konten Vidgram Komedi Dakwah

Wahuy_, berkarya saja terlebih dahulu urusan di-repost akun instagram yang popular atau tayangan televisi itu ...

Read more


Ahmad Yani: Dialog Identitas Ala Anies Baswedan

Anies sangat menyadarkan kita, dengan kata pribuminya telah kembali menempatkan pribumi sebagai identitas yang...

Read more


Review

Cari Kafe yang Nyaman dan Instagramable? Dadu Playroom Jawabannya

Kafe ini terletak di jalan Ahmad Yani No. 70, Cilegon.

Read more


Resensi Film: Pengabdi Setan 2017 “Ibu Datang Lagi”

Kematian sang ibu menjadi awal dari kejadian menyeramkan yang ada di dalam rumah.

Read more


Kolom

Lingga Yoni di Logo UIN SMH Banten

Entah kenapa, pikiran saya tak mau diam, saya merasa UIN Banten bisa memiliki visual logo yang lebih estetis d...

Read more


Catatan Irvan Hq: Menyepelekan yang Sepele

Banyak sikap kita yang menyepelekan hal-hal yang sepele, padahal berdampak besar pada kerugian yang tidak bisa...

Read more


biem

biem.co Partner Paling Tepat untuk Bisnis Anda

biem.co adalah partner paling tepat untuk membantu bisnis Anda.

Read more


Hari Jadi biem.co ke-2

Dalam sambutannya, CEO biem.co, Irvan Hq, memberi pesan kepada anak muda agar berani bermimpi dan berani mewuj...

Read more


top