KabarTerkini

Empat Tahap Melawan Korupsi

SERANG, biem.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan Rumah Dunia menyosialisasikan empat buku tentang korupsi di acara diskusi buku bersama yang bertajuk ‘Mendukung Pemberantasan Korupsi Melalui Literaasi’ pada Selasa, (17/02/2015). Acara ini dihadiri oleh beberapa pemuda dan mahasiswa pro-pemberantasan korupsi serta beberapa wartawan. 

Korupsi sejatinya bukanlah barang baru atau kabar hangat yang beberapa bulan terakhir hingga detik ini menjadi hidangan kabar spesial bagi masyarakat dalam setiap saat. KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi mengimbau kepada masyarakat bahwa ada empat tahap melawan korupsi. “Keempat tahap itu adalah sadar, mau, tahu, dan mampu.” ujar Sandri Justiana, salah satu anggota KPK bidang pendidikan publik dan sosialisasi saat menjelaskan materi.

Sadar artinya, setiap elemen masyarakat khususnya pemuda sebagai agen perubahan harus berangkat terlebih dahulu bahwa korupsi itu benar-benar menyengsarakan rakyat. 

Mau dan tahu yaitu seberapa besar kita benar-benar mau melawan korupsi, tidak sekadar angan-angan ingin Indonesia bebas korupsi sambil menunggu hasil dari KPK.

Sedangkan mampu berati, meski rakyat biasa tidak memiliki wewenang dalam menanggulangi dan memberantas korupsi, rakyat tetap mampu untuk melaporkannya kepada pihak yang berawajib bila terjadi praktik-praktik korupsi yang tidak diketahui aparat. Inilah andil masyarakat dalam melawan korupsi, baik sekala kecil maupun besar. (Haris)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *