KabarTerkini

Sampah dan Spanduk, Masalah Baru Terowongan Trondol

KOTA SERANG, biem.coTerletak di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, siapa yang tidak tahu Terowongan Terondol. Jalan yang rusak dan drainase yang buruk membuat terowongan ini terkenal dengan kemacetan dan banjir. Tentu saja ini menjadi masalah bagi pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui, satu bulan sebelumnya warga sekitar Terondol, yang tergabung dalam warga #peduliterowongan yang dimotori oleh segenap masyarakat dari perumahan TMI, TBL, BIP, Lebak Indah, dan sekitarnya sempat melakukan Aksi Rekayasa Lalu Lintas untuk membantu mengurai kemacetan, namun hal tersebut dirasa tidak maksimal. Hal ini dikarenakan kurangnya petugas lalu lintas yang berjaga serta minimnya kesadaran berlalu lintas yang dimiliki oleh pengguna jalan yang melintasi terowongan tersebut, sehingga, pada Minggu (2/7/17) sekitar pukul 17.00 WIB, kemacetan kembali terlihat.

Baca juga: Urai Kemacetan Terowongan Trondol, Seminggu ke Depan Warga akan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Tidak hanya macet dan banjir, saat ini pengguna jalan dan warga Terondol mendapatkan pemandangan baru yang juga menjadi masalah baru. Terlihat sampah yang menumpuk dan berserakan hingga setengah badan jalan, sampah tersebut menimbulkan aroma yang tidak sedap dan menggangu pemandangan dan pernafasan warga dan pengguna jalan. Hasil pantauan biem.co, tumpukan sampah ini terlihat menumpuk dari hari ke hari.

“Kemacetan yang terjadi saat ini tidak hanya disebabkan jalan yang rusak dan banjir, terdapat tumpukan sampah yang kadang kadang sampai setengah bagian jalan sehingga menjadi penghalang para pengendara yang akan keluar dari terowongan dan akhirnya menimbulkan kemacetan,” ujar salah seorang warga, Wahyu Ginanjar (26). 

“Belum selesai macetnya, dan banjir kalau hujan turun, ditambah sekarang banyak sampah, yah, kita akan terus berharap dan berupaya mencari solusi demi kenyamanan bersama,” tambahnya. 

 

(Tampak sampah serta kemacetan yang terjadi di sekitar terowongan Trondol)

Menurut pantauan biem.co di lapangan, Minggu (2/7), aroma menyengat yang tidak sedap tersebut membuat warga dan pengguna jalan yang melintas menutup hidung. Sampah-sampah yang berserakan tersebut mulai menumpuk pada pagi hari.

Meskipun terdapat Tempat Pembuangan Sampah di sekitar terowongan, namun ukurannya yang terlalu kecil mengakibatkan penumpukan sampah sampai ke setengah bagian jalan. Selain itu, kesadaran warga dalam membuang sampah masih kurang.

Ironisnya, di samping pemandangan sampah yang berserakan tersebut, banyak spanduk calon walikota dan pejabat terkait di sekitar lokasi, hal tersebut menambah kumuh wilayah sekitar terowongan. Ini menjadi bukti nyata bahwa para pemangku kepentingan belum memiliki visi yang sama dan terstruuktur dalam mengatasi kemacetan, banjir dan sampah.

Warga menganggap Pemerintah Daerah Kota Serang terkesan lambat dan tidak serius. Padahal lokasi terowongan berdekatan dengan sekolah dasar, Kantor Kecamatan Serang, dan Kantor Imigrasi Serang.

“Masalah ini sudah sangat kompleks, tidak bisa jalan sendiri sendiri mencari solusinya.” pungkas Wahyu.

Pada akhirnya, masyarakat sekitar terowongan terondol (Kaligandu, TBL, TMI, BIP, Kampung Lebak, Komp Lebak Indah, Visenda,Graha Kartika) dan tentunya para pengguna jalan akan selalu berharap solusi dari Pemerintah Kota Serang.

“Saya berharap orang-orang di spanduk itu tidak hanya bisa menempelkan spanduk, namun bisa turun langsung membantu persoalan ini,” tutup Wahyu. (WGA)

Editor : Esih Yuliasari

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *