KabarTerkini

Klinik Morogen Diresmikan, Ahmad Ihsan: Ini Langkah Awal Perkembangan Yayasan Morogen

KOTA SERANG, biem.co – Yayasan Morogen, sebuah yayasan yang berkiprah dalam bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan ini, baru saja mengadakan peresmian Klinik Morogen, pada Minggu (07/01). Yayasan Morogen ini berlokasi di Jl. Cipanas Empat Lima Link. Sepang Baru RT 001/005, Kel. Sepang, Kec. Taktakan.

Pemilik Yayasan Morogen, Su’udiana Azis Koesumodiredjo berharap, klinik yang dibangun di tengah-tengah kampung tersebut bisa mempermudah warga Sepang dalam hal kesehatan, karena jarak Puskesmas terdekat sendiri diketahui berada cukup jauh. Selain itu, sebelumnya Diana juga memang memiliki pengalaman dalam mengelola klinik.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, mudah-mudahan dengan bantuan Pak Dokter Hasan dan bantuan dari warga-warga di sini, klinik ini bisa berjalan,” paparnya.

Layanan kesehatan masyarakat yang terdapat di Klinik Morogen sendiri berupa dokter gigi, dokter umum, laboratorium, dan juga check up.

Dikatakan Ahmad Ihsan selaku Ketua Yayasan Morogen, peresmian klinik ini merupakan langkah awal perkembangan dari yayasan sendiri yang baru saja didirikan kurang lebih dua bulan, yakni Desember 2017 lalu. Sementara, pihaknya pun tengah mengurus legalitas pendirian dari sisi pendidikan, dalam hal ini yaitu Pondok Pesantren dan lembaga formal Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Ini semua adalah dalam rangka merintis sebuah perjalanan yang ke depannya mudah-mudahan bermanfaat bagi lingkungan internal kami, dan juga bagi masyarakat di lingkungan Sepang khususnya, juga untuk Kecamatan Taktakan dan Kota Serang umumnya,” tutur Ihsan kepada biem.co.

Pembangunan sekolah sendiri hingga saat ini masih terus berjalan. Nantinya, kata Ihsan, selain ruang kelas yang bertingkat, akan juga dibangun Aula, Meeting Room, Laboratorium Bahasa, dan Laboratorium Komputer. Ihsan menambahkan, bahwa akan dibuat juga semacam pelatihan tentang agrokultural untuk murid-murid yang nantinya bersekolah di sana.

“Harapannya, murid-murid yang belajar di sini bukan hanya sekedar belajar, tapi juga dia harus bisa bekerja learning by doing. Ini menjadi tantangan ke depan, agar jangan lagi siswa-siswa kita merasa pesimis terhadap dunia kerja. Sekarang mau kerja itu susah, jadi kita ingin membangun karakter siswa. Ya, salah satunya dengan agrokultural ini,” ungkapnya.

Selain itu, Ihsan menambahkan, Yayasan Morogen juga akan mendirikan bumi perkemahan di tempat yang sama.

“Kenapa konsep ini dimunculkan? Karena daripada pelajar-pelajar kita jauh ke luar, membuang banyak biaya di sana, yang akhirnya memberikan kontribusi kepada yang bukan daerah kita. Dengan adanya perkemahan, Insya Allah akan banyak kontribusi untuk daerah, terutama paling tidak untuk lingkungan setempat. Bumi perkemahan ini akan disertai dengan outbondnya. Mudah-mudahan konsep ini bisa dijalankan,” terangnya.

Dalam dua bulan pendiriannya, Yayasan Morogen sudah bersinergi dengan beberapa lembaga di luar, mahasiswa, dan juga dengan PMI dalam hal mengadakan kegiatan diklat.

“Tentunya ini merupakan langkah positif buat kami untuk menata yayasan ini ke depan lebih baik. Ada banyak hal yang akan kita kerjasamakan, ada banyak hal yang mesti kita lakukan, salah satunya adalah bagaimana pengelolaan yayasan ke depan di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial ini memiliki dampak positif untuk lingkungan,” pungkasnya.

Diketahui, nama “Morogen” sendiri diambil dari Bahasa Madura yang berarti “Guru Mengaji”. (HH)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar