Kabar

Para Ilmuan Prediksi Matahari akan Meredup, Kapan?

Setiap 11 tahun, bintik matahari akan memudar

biem.co – Pernahkah sobat biem membayangkan jika suatu saat matahari meredup atau mendingin dari biasanya ? Pastilah suatu hal yang sulit untuk membayangkannya. Namun, para ilmuan memprediksi akan terjadi fenomena ini, yang disebut “grand minimum”, yaitu titik yang sangat rendah dalam siklus 11 tahun matahari yang stabil. Dimana, pada tahun 2050 nanti, matahari akan menjadi sangat dingin.

Dilansir dari laman resmi NASA, setiap 11 tahun atau lebih, bintik matahari akan memudar dan membawa masa yang lebih tenang. Bintik matahari sendiri diketahui adalah titik hitam di matahari (dapat dilihat dari teleskop yang diberi lapisan) yang memiliki sifat magnetis. Selama siklus ini, aktivitas matahari akan meningkat kemudian masuk dalam fase “istirahat”.

Pada titik puncaknya, fusi nuklir pada kekuatan inti matahari memaksa putaran gelombang magnetik menjadi lebih tinggi ke atmosfernya. Hal ini akan mengeluarkan lebih banyak radiasi ultraviolet dan menghasilkan lidah api dan bintik matahari. Sebaliknya, saat “grand minimum” nanti, permukaan matahari akan menjadi lebih tenang. Saat ini terjadi, matahari akan mengeluarkan lebih sedikit radiasi ultraviolet.

Saat ini, para ilmuwan sedang berusaha membuktikan adanya siklus yang lebih besar di tengah siklus ini. Untuk itu, mereka menjelajahi sejarah dan mempelajari langit.

Ahli fisika dari University of California, Dan Lubin telah menghitung dan memperkirakan berapa banyak sinar matahari yang mendingin ketika “grand minimum” kembali terjadi.

Dalam temuannya yang dipublikasikan dalam Astrophysical Journal Letters, Lubin menemukan bahwa matahari cenderung 7 persen lebih dingin dari solar minimum (siklus 11 tahun) yang biasanya. Tak hanya itu, penelitian ini juga menyebut bahwa “grand minimum” yang berikutnya mungkin hanya beberapa dekade lagi. Ini didasarkan pada putaran siklus pendinginan matahari baru-baru ini.

Pendinginan matahari tentu memiliki efek yang nyata pada planet-planet yang menginduk padanya. Lalu bagaimana yang akan terjadi pada bumi saat matahari mendingin?

Lubin menyebut, saat matahari mendingin, pertama-tama bumi akan mengalami penipisan lapisan ozon stratosfer. Dampak ini akan memberi efek isolasi atmosfer. Efek tersebut akan diikuti perubahan besar pada pola angin dan cuaca.

Meski begitu, Lubin memperingatkan bahwa hal ini tidak akan menghentikan peringatan pemanasan global yang terjadi saat ini.

“Efek pendinginan dari grand minimum hanya sebagian kecil dari efek pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi karbondioksida di atmosfer,” ungkap para peneliti dikutip dari Fox News, Jumat (9/2/2018).

Dilansir dari laman tribunnews.com, salah satu simulasi grand minimum pada iklim saat ini di bumi mengantisipasi pengurangan panas matahari sebanyak 0,25 persen selama periode 50 tahun, yaitu antara 2020 hingga 2070. Sementara suhu udara global rata-rata akan turun sekitar sepersepuluh derajat celsius pada tahun-tahun awal. Sayangnya, pengurangan suhu ini akan disusul oleh pemanasan global yang terus meningkat.

Grand solar minimum pada masa mendatang bisa memperlambat, tapi tidak menghentikan pemanasan global,” tulis laporan penelitian tersebut.

“Sekarang kita memiliki tolok ukur untuk melakukan simulasi model iklim yang lebih baik,” kata Lubin.

“Karenanya, kita bisa memiliki gagasan yang lebih baik tentang bagaimana perubahan radiasi UV matahari mempengaruhi perubahan iklim,” tutupnya. (Iqbal)

Editor: Jalaludin Ega

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button