Inspirasi

Kultum Bersama Imam al-Ghazali: Sabar dan Buahnya; Riyadhah dan Tahdzib

Barangsiapa menundukkan pasukan setan dan menolong tentara Allah, ia dimasukkan ke dalam surga-Nya.

ILMU SABAR YAITU membenarkan segala yang disampaikan Allah kepada kita perihal permusuhan nafsu, setan, syahwat, akal, makrifat, dan malaikat yang mengilhamkan kebaikan serta peperangan yang terjadi di antara mereka secara abadi.

Barang siapa menundukkan pasukan setan dan menolong tentara Allah, ia dimasukkan ke dalam surga-Nya. Demikian ini hukumnya wajib karena menjadi bagian dari keimanan kepada Allah swt.

Adapun ahwal yang tumbuh dari keimanan ini dapat diartikan sebagai teguhnya motivasi agama melawan bisikan hawa nafsu. Kadar wajib dari sabar yaitu mendukungnya dengan janji dan ancaman sehingga tentara Allah mampu mengalahkan pasukan setan. Dan ingatlah, tentara Allah-lah pemenangnya.

Riyadhah berarti melatih nafsu untuk melakukan kebaikan. Membawanya dari yang ringan menuju yang berat secara lembut dan bertahap, hingga nafsu ini naik mencapai suatu keadaan, yang mana amal yang berat menjadi ringan dan mudah baginya.

Sementara itu, tahdzib artinya menguji nafsu serta memilih ahwal berkaitan dengan pengakuan terhadap maqam-maqam, apakah ia jujur atau dusta. Dan tanda lurusnya maqam sabar ialah ketika ia mampu menghadirkan amalan-amalan secara mudah, tanpa rintangan maupun hambatan.

Allahlah Pemberi pertolongan.

***

*) Naskah diambil dari buku “Taman Kebenaran; Sebuah Destinasi Spiritual Mencari Jati Diri Menemukan Tuhan” yang diterbitkan Turos. Terjemahan singkat dari Kitab Raudhatu ath-Thalibin wa ‘Umdatu as-Salikin karangan Imam al-Ghazali. Penerjemah: Kaserun AS. Rahman.



Editor : Jalaludin Ega

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar