Inspirasi

Kultum Bersama Imam al-Ghazali: Raja’ dan Raghbah; Basth sebagai Buahnya

“Hakikat raja’ adalah kegembiraan dan kelapangan hati karena menanti kasih sayang yang sudah tampak tanda-tandanya”

ILMU RAJA’ BERMAKNA melihat sifat-sifat kadim sebagai sumber segala keburukan maupun kesenangan, kemanfaatan maupun bahaya. Barang siapa mengetahui hal ini, ia akan takut sekaligus berharap kepada-Nya.

Inilah yang dimaksud dengan raja’pada dirinya sendiri. Sebab, ia tak bisa diharapkan karena kebaikan dan tidak berhenti oleh keburukan. Demikian ini tidak lain lahir karena anugerah Allah yang dikehendaki untuk memperoleh kebahagiaan. Dan mereka yang akan mengalami raja’ semacam ini adalah orang-orang yang dibawa oleh takut (khauf) ke dalam khusyuk.

Raja’ yang bukan pada dirinya sendiri berarti raja’ yang mendorong banyak berbuat ketaatan. Jika tak mendorong pada hal tersebut, ia disebut sebagai harapan kosong (tamamni). Sebab hakikat raja’ adalah kegembiraan dan kelapangan hati karena menanti kekasih yang sudah tampak tanda-tandanya.

Lain halnya dengan raghbah, yaitu dominasi keadaan di atas pada hati orang-orang yang berharap hingga seolah-olah ia menyaksikan harapan. Inilah kesempurnaan raja’ dan puncak hakikatnya. Sementara itu, basth mengandung arti kegembiraan hati dan terbukanya jalan petunjuk karena semangat raja’.

***

*) Naskah diambil dari buku “Taman Kebenaran; Sebuah Destinasi Spiritual Mencari Jati Diri Menemukan Tuhan” yang diterbitkan Turos. Terjemahan singkat dari Kitab Raudhatu ath-Thalibin wa ‘Umdatu as-Salikin karangan Imam al-Ghazali. Penerjemah: Kaserun AS. Rahman.



Editor : Jalaludin Ega

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar