Kabar

BEM KBM Faperta Untirta Adakan Pelatihan Agropreneur

KOTA SERANG, biem.co — Pemuda Tani Indonesia dan BEM KBM Faperta Untirta menggelar Pelatihan Agropreneur, sebagai bentuk peningkatan keterampilan dalam bidang wirausaha pertanian dengan tema ‘Satu Tanaman, Seribu Kebaikan. Satu Petani, Sejuta Kehidupan’.

Kegiatan Pelatihan Agropreneur yang dilaksanakan di kebun Al-Qur’an, Gunung Sari, ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari Mahasiswa, Pelajar dan Pengusaha Muda. Dalam kegiatan ini peserta dilatih terkait bisnis tanaman khususnya tanaman kurma, durian dan jahe merah sampai mempraktekan cara budidaya tanaman tersebut.

Ketua BEM KBM Faperta Untirta, M. Irfan Oktiyan, mengatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia telah paham bahwa terdapat potensi yang besar, dalam bidang pertanian. Sehingga, pihaknya sengaja melaksanakan pelatihan ini untuk memperkuat keterampilan pada sektor pertanian.

“Masyarakat Indonesia sudah menyadari bahwa begitu besar peluang berusaha di bidang pertanian. Kegiatan pelatihan agropreneur ini sangat bermanfaat untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia dan regenerasi petani,” ujarnya, Jumat (26/07/2019) lalu.

Menurutnya, potensi pertanian di Indonesia, masih sangat besar. Bahkan menurutnya, tanamam kurma yang merupakan tanaman khas Timur Tengah, bisa ditanam di Indonesia.

“Indonesia sangat memiliki potensi besar. Sampai tanaman Kurma yang notabene adalah tanaman khas negara Timur pun bisa dibudidayakan di Indonesia. Namun potensi itu belum dioptimalkan,” terangnya.

Potensi tanaman kurma di Indonesia sangat baik dilihat dari permintaan pasar yang besar,” ucapnya.

BEM KBM Faperta Untirta
(Foto: Dok. BEM KBM Faperta Untirta )

Mengenai biaya produksi budidaya tanaman kurma, ia menuturkan bahwa hal tersebut tergantung luas lahan. Menurutnya, bibit tanaman kurma tropis memiliki harga yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Per bibit tanaman kurma tropis harganya kisaran Rp25.000 hingga Rp100.000. Tergantung umur tanaman. Tapi keuntungan dari kurma itu bisa melebihi sawit,” tegasnya.

Acara pelatihan ini diisi oleh pemateri yang kompeten di bidangnya, yaitu H. Anda sebagai Dewan Pembina Pemuda Tani dan Muhipal sebagai Owner Zayeeda Herba Farm.

“Harapannya dengan diadakannya kegiatan ini banyak lahir pengusaha-pengusaha muda di bidang pertanian, agar bidang pertanian bisa menjadi leading sector pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Ketua Harian Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo. (*)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *