Wisata & Kuliner

Kisah Karyawan Perusahaan Sepatu yang Banting Setir Jualan Ubi

Kini Omzetnya Jutaan Rupiah dalam Sehari

biem.co – Berbisnis dan memiliki banyak waktu untuk beribadah menjadi impian kebanyakan orang. Hal itupun dirasakan oleh Syarif Hidayat, yang memulai karir barunya yaitu berjualan ubi cilembu di wilayah Serang dan Cilegon.

Ia menceritakan kepada biem.co awal mula berbisnis ubi madu cilembu yang terkenal hanya bisa ditanam di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, kabupaten Sumedang, Jawa Barat itu di awal-awal masa pandemi.

Awalnya ia hanya seorang karyawan di salah satu perusahaan sepatu ternama di daerah Tangerang. “Saya kerja selama 11 tahun di salah satu perusahaan sepatu, namun saat itu saya merasa jenuh, gelisah dan seperti ada yang kurang dalam diri ini. Saat itu saya banyak berdoa, agar mendapatkan perkerjaan yang sekaligus punya waktu lebih banyak untuk mengejar ketertinggalan saya, untuk makin lebih dekat dengan-Nya. Kemudian pada 2019 akhir saya memutuskan untuk resign,” ungkapnya, Minggu (13/06/2021).

Singkat cerita, setelah resign dari perusahaan sepatu ia mulai menggeluti travel umrah dan haji, namun lagi-lagi karena ada pandemi dan kebijakan dari arab saudi untuk tidak adanya pelaksanaan umrah sampai waktu yang tidak ditentukan, memaksa dirinya untuk menganggur. Padahal saat itu ia sudah mendapat 31 jemaah yang sudah siap berangkat.

Kemudian setelah sepekan menganggur karena tertundanya pemberangkatan umrah, ia mulai memikirkan membuka bisnis ubi cilembu. “Saat itu terpikirkan begitu saja, mengingat ada kakak yang juga sudah duluan berbisnis ubi cilembu ini. Akhirnya saya mencari tahu terlebih dahulu atau istilahnya mah cari ilmunya dulu. Setelah mantap, barulah membeli alat oven, itupun uangnya pinjem dari istri, sedangkan ubinya dipinjamkan dulu oleh kakak. Bermodalkan bismillah, mulai tuh posting-posting di status whatsapp (online) untuk berjualan,” ujarnya.

“Di hari pertama, Alhamdulillah sudah laku 98 kilo walaupun baru teman-teman dekat yang beli. Dan hari kedua juga diborong tuh ubi sekitaran 60 kilo oleh bibi dari istri. Nah berangkat dari dua orderan itu, barulah memberanikan membuka kios di Jalan Raya Palka, kadaung Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang,” sambungnya.

Berjalannya waktu, ia mengungkapkan saat ini Cilembu Sweet sudah mempunyai 6 cabang yang tersebar di Serang dan Cilegon. Dalam membuka bisnis ubi cilembu, Ka Arif sapaan akrabnya, menawarkan konsep yang berbeda, yaitu kiosnya ditata lebih estetik, bersih dan tentunya ubinya asli dari Cilembu Sumedang.

“Kalau cita-cita yah, bukan hanya sekedar kios aja sih. Tapi ingin adanya beberapa kursi dan wifi untuk pelanggan bisa menikmati ubi sembari ngobrol dan ngopi. Jadi jualan ubinya ada valuenya gitu. Namun saat ini belum sampai ke arah sana, baru mampu mengedepankan kehigienisan dan estetik. Sebab ya, kalau melihat kompotitor, punten ini mah kadang ovennya sudah karatan, kiosnya juga alakadarnya, kemudian penetaannya ubinya juga asal-asalan,” paparnya.

Selain jualan ubi cilembu oven, ia juga menawarkan aneka olahan ubi lainnya. “Hayu, siapapun yang ingin bermitra UMKMnya bisa berkolaborasi dengan ubi Cilembu Sweet, atau yang ingin bermitra jualan ubi ovennya juga bisa langsung hubungi saya,” ajaknya.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai manisnya berbisnis ubi cilembu, ia mengaku dalam sehari dari satu kios yang ia kelola sudah bisa meraup omzet 1 juta rupiah.

“Alhamdulillah kalau sekedar mencukupi keluarga, dan keperluan sehari-hari serta membayar gaji karyawan mah sudah bisa,” pungkasnya.

Wah ternyata bisnis ubi cilembu itu semanis ubinya yah sobat biem. Nah bagi yang penasaran untuk mencoba legitnya Cilembu Sweet-nya ka Arif bisa berkunjung ke salah satu kiosnya yang berada di jalan bayangkara Kota Serang, bersebalahan dengan Masjid Baitusolihin, atau bisa menghubungi melalui whatsapp (081908086064) dan akun instagram @cilembusweet. (iy)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button