KabarTerkini

Soal Kemiskinan di Padarincang, HIMAPAR Berikan Saran ke Pemda

KABUPATEN SERANG, biem.co — Hasil Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2017 tercatat bahwa ada 69.331 Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kabupaten Serang. Kecamatan Padarincang merupakan wilayah termiskin yang dihuni oleh 5.105 RTM dengan jumlah individu kategori warga miskin mencapai 20.839 orang.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Serang Sri Rahayu Basuki di ruang kerjanya, di Cipocok Jaya, Kota Serang. Menyusul Padarincang, yakni ada Kecamatan Ciomas yang dihuni 3.984 RTM dengan jumlah individu kategori miskin mencapai 17.699 orang, serta Kecamatan Cinangka dihuni 4.320 RTM dengan jumlah individu kategori miskin 16.640 orang.

“Paling banyak penduduk miskin dan masuk zona merah kemiskinan itu Padarincang yang mencapai 20.839 orang kategori miskin. Termasuk, program bantuan paling banyak di Padarincang. Di bawah Padarincang ada Ciomas dan Cinangka yang juga masuk zona merah,” ungkap Sri.

Dalam kesempatan lain, Abdurrahman selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Padarincang (HIMAPAR) memberikan pendapatnya terkait dengan penyematan zona merah di wilayahnya, dengan memberikan solusi pengentasan kemiskinan kepada Pemerintah Kabupaten.

“Dalam mengentaskan kemiskinan, diharapkan pemerintah dapat melakukan program keterampilan yang diberikan kepada pemuda dan masyarakat dengan memanfaatan potensi yang ada,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memberikan masukan kepada pemerintah untuk memanfaatkan potensi perairan.

“Contoh kecil, Padarincang memiliki potensi air tawar, berikan pemuda pelatihan atau pembinaan dalam budidaya ikan tawar, misalnya. Artinya, pemerintah mendorong kepada masyarakat Padarincang untuk berketerampilan produktif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rohman menuturkan, sektor pertanian pun harus diperhatikan. “Dari segi pengairan dan tingkat produksi berkala petani, harus diarahkan dari awal proses menanam sampai manajemen pengelolaan padi. Sehingga tidak ada lagi petani yang membeli beras,” terangnya.

Sementara itu, Rohman menilai bahwa sektor pendidikan di wilayah tersebut sudah ada peningkatan. Namun saypangnya, hal ini tidak sejalan dengan meningkatnya angka kemiskinan di Padarincang.

“Melihat kondisi pendidikan saat ini, di Padarincang mulai banyak sekolah-sekolah atau yayasan baru, baik MA maupun SMK. Minat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi juga kian tahun kian masif dilihat dari cukup banyaknya mahasiswa adarincang yang tersebar luas di perguruan tinggi, baik negeri maupun suwasta di Indonesia,” tandasnya. (awad)

Editor: Yulia

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button