Kesehatan

Sering Mendengkur Saat Tidur? Waspadai Hal Ini dan Segera Konsultasi ke Dokter

biem.co – Apakah sobat biem memiliki kerabat yang diketahui mempunyai kebiasaan mendengkur atau ngorok saat tidur? Atau kebiasaan tersebut terjadi pada diri sobat sendiri? Jika ya, maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Menurut dr. Rimawati Tedjakusuma, spesialis saraf dari Rumah Sakit Medistra Jakarta, dilansir dari health.kompas.com mengatakan, mendengkur merupakan gejala utama obstructive sleep apnea (OSA).

“OSA adalah henti napas saat tidur yang terjadi berulang-ulang karena sumbatan jalan napas atas yang diikuti dengan menurunnya kadar oksigen darah,” katanya.

Pada orang yang menderita OSA berat, lanjut Rimawati, henti napas yang terjadi bisa lebih dari 30 kali dalam satu jam. Bahkan, ada pasiennya yang mengalami henti napas sampai 150 kali per jam.

Dilansir dari berbagai sumber, banyak penelitian menunjukkan kaitan antara OSA dengan penyakit kronis seperti gangguan irama jantung, stroke, hipertensi dan diabetes.

Pada penelitian yang dilakukan Rimawati di RS Medistra pada tahun 2011 lalu bahkan menunjukkkan hampir 41 persen pasien OSA menderita hipertensi.

“Saat henti napas, otak akan memerintahkan supaya tubuh mendapatkan oksigen sehingga kita terbangun. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah meningkat sehingga lama-lama dinding pembuluh darah rusak. Hal ini akan memicu peradangan. Pembuluh darah yang rusak juga akan menarik kolesterol sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah,” tambahnya.

Henti napas yang terjadi berkali-kali dalam satu malam juga akan mengganggu tidur sehingga esok harinya kita akan terbangun dalam kondisi lemas, sakit kepala, konsentrasi menurun, serta mengantuk sepanjang hari.

“OSA juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan juga ditempat kerja. Selain itu penderitanya juga berisiko menderita depresi dan kecemasan. Mereka juga berisiko dua kali lipat terkena stroke,” paparnya.

Karena itu, tambah Rimawati, segera periksakan diri jika mengalami gejala-gejala tersebut di atas. “Mendengkur sekali-kali mungkin normal. Tetapi jika setiap kali tidur selalu mendengkur waspadai OSA,” tutur dokter yang mendalami masalah tidur ini.

Agar terhindar dari komplikasi akibat OSA, segera periksakan diri ke dokter untuk mengidentifikasi penyakit dan mengatasinya.

Pada OSA yang ringan, biasanya dokter akan menganjurkan penurunan berat badan atau mengubah posisi tidur. Sementara itu pada OSA yang berat terkadang diperlukan tindakan pembedahan.

Penggunaan alat bantu untuk membuka jalan napas seperti CPAD (continous positive airway pressure) juga dinilai membantu mencegah perburukan akibat OSA.

“Alat itu akan memberikan aliran udara bertekanan lembut melalui hidung atau mulut menggunakan masker. Tekanan udara akan mencegah menyempitnya dan menutupnya saluran napas sehingga pasien bisa bernapas leluasa selama tidur,” tandasnya. (eys)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar