KabarTerkini

Gubernur Banten Intruksikan Baznas untuk Tagih Zakat para ASN

KOTA SERANG, biem.co – Zakat itu mengandung beberapa arti istilah, di antaranya tumbuh, berkembang, dan menyucikan. Jadi, selain zakat yang kita keluarkan akan berlipat ganda, juga akan membersihkan jiwa.

Begitulah yang disampaikan Gubernur Banten, Wahidin Halim, saat menyampaikan sambutan dalam Gebyar Zakat 1439 Hijriyah yang diselenggarakan Baznas Banten di Pendopo Gubernur, Rabu (06/06).

Oleh karena itu, imbuhnya, kepada Baznas jangan segan-segan untuk menagih zakat kepada para ASN di Banten, bila perlu dikawal polisi.

“Padahal jika di banding zakat mal (baca: harta) lebih besar zakat mall (baca: supermarket) yang kita keluarkan, “ seru Wahidin diringi tawa para ASN yang hadir.

Ia menambahkan, bayangkan saja jumlah penduduk Banten hampir 12 juta lebih, banyak sekali potensi zakat.

“Soal proses penarikan zakat dari ASN di Provinsi Banten, baru sebatas sosialisasi yang melibatkan polri, TNI, dan semua intansi,” kata Wahidin.

Untuk penguatan penarikan zakat bagi ASN, sambungnya, bulan Juli nanti akan disebar surat edaran.

“Saya minta setiap personal ASN melakukanya. Saya juga siap intruksikan langsung,” tegasnya.

Wahidin mengingatkan, seharusnya kita semua berfikir dan merenung ulang tentang tanggung jawab yang besar, bukan hanya sekadar melaksanakan kewajiban, tapi bagaimana caranya bisa membebaskan 8 golongan, termasuk orang miskin yang harus menjadi perhatian kita.

“Potensi zakat ini, kekuatannya bisa mengeluarkan APBD, jika kita kelola dengan baik. Apalagi sekarang tidak semua orang kelompok bisa membentuk tim pengumpulan zakat,” tandasnya.

Atas dasar itu, kata Wahidin, saya ingin memperkuat basis Baznas ini dengan strategi penarikan dan pengumpulannya. “Jadi, jangan hanya menjelang lebaran saja,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, diakui Suparman Usman, Ketua Baznas Provinsi Banten bahwa Gubernur akan mengeluarkan produk, di mana semua ASN itu harus membayar zakat tiap bulan kepada Baznas.

“Mudah-mudahan bisa terealisasi bulan depan. Sekarang, sedang digarap di biro hukum,” paparnya.

Pada dasarnya, imbuh Suparman, berzakat tidak bisa dipaksakan, karena merupakan kewajiban, tetapi kita akan imbau terus-menerus.

“Tren zakat dari ASN ada kenaikan, meski belum seluruhnya baru ada beberapa pejabat,” serunya.

Ia menambahkan, target pengumpulan zakat Baznas Provinsi Banten tahun ini mencapai Rp8 M. “Sekarang baru terkumpul Rp2,6 M,” tutupnya. (Af)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar