KabarTerkini

Banten Muda Community Salurkan Bantuan untuk Korban Tsunami Selat Sunda

biem.co — Yayasan Banten Muda (Banten Muda Community) secara simbolis menyerahkan bantuan kepada korban bencana Tsunami di Pandeglang, Banten.

Bantuan tersebut diberikan kepada penduduk di Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (29/12/2018).

Adapun bantuan yang diberikan dari Yayasan Banten Muda menurut Pembina Yayasan Banten Muda Irvan Hq, adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh pengungsi saat ini selama masa tanggap darurat.

“Sejak hari pertama kita (Banten Muda) sudah langsung berpartisipasi membantu para korban terdampak tsunami baik itu dalam bentuk donasi yg disalurkan melalui kelompok relawan dan kelompok masyarakat yang langsung bergerak ke lapangan maupun dalam bentuk update berita setiap hari yang mengabarkan kepada masyarakat kondisi terkini dilokasi-lokasi terkena dampak tsunami di sepanjang selat sunda,” tuturnya.

Saat Akan Pemberangkatan ke Lokasi Pengungsi. Foto: Andika

Selama satu pekan Banten Muda juga menghimpun dana dan berbagai kebutuhan lainnya dari masyarakat melalui adik-adik kita di Istana Belajar Banten (Isbanban) yang terjun ke lokasi bencana pada hari Jum’at (28/12) sekaligus memberikan program trauma healing.

“Kami juga menghimpun dana dan berbagai kebutuhan lainnya dari masyarakat melalui adik-adik kita di Isbanban yang terjun ke lokasi bencana pada hari Jum’at kemarin, sekaligus memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak tsunami,” imbuhnya.

Setiba di Posko Pengungsi. Foto: Andika

Selanjutnya untuk menumbuhkan rasa empati dikeluarga besar Banten Muda, dipandang perlu rasanya ikut serta turun ke lokasi terdampak tsunami untuk memberikan bantuan secara langsung kepada penduduk setempat.

“Sebagian dari keuntungan PT Banten Muda Kreasindo sebagai penerbit media online biem.co kami sisihkan untuk membeli apa saja yang paling mereka butuhkan sesuai dengan informasi yang kami dapatkan dari relawan-relawan yang setiap hari bergerak membantu di lokasi” jelas Irvan.

“Alhamdulillah walaupun perjalanan cukup melelahkan tetapi buat kami menyenangkan karena banyak hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup. Seharian kami tidak sempat makan, berjam-jam terjebak macet karena kondisi jalan yang kurang memadai, dan kesulitan-kesulitan lainnya tentu saja tidak seberapa dibandingkan penderitaan mereka yg langsung terkena dampak tsunami, kami menjadi tahu bagaimana beratnya perjuangan yang dilakukan para relawan yang setiap hari membantu disana,” Irvan menambahkan.

Foto: Andika

“Jadi kegiatan kami ini paling paling pentingnya untuk menjaga rasa kebersamaan dan kemanusiaan diantara kita semua, kita semua tergerak untuk bergerak, semua elemen masyarakat berbondong-bondong datang kesana memberikan bantuan dengan caranya masing-masing, kita menjadi saling menguatkan dan merasa bahwa ujian ini bukan akhir segalanya, banyak yang bisa kita lakukan supaya kondisi terdampak tsunami dapat pulih dan hidup normal seperti sedia kala,” imbuhnya

Sebagai informasi, akibat Tsunami yang menerpa Banten hingga 30 Desember tercatat telah memakan korban sebanyak 315 korban di Provinsi Banten dan jumlah pengungsi 32.438. (IY)

Editor : Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar