Kabar

Lewat BIC, Pertumbuhan Pengusaha Baru di Banten Capai 20 Persen per Tahun

KOTA SERANG, biem.co – Perkembangan Banten Indie Clothing (BIC) selama hampir 5 tahun sudah berhasil merangsang pertumbuhan angka pengusaha muda serta memberi kesempatan kepada para kreator muda di Provinsi Banten untuk dapat berkiprah pada event tahunan tersebut.

Hal tersebut terbukti dari database yang diterima biem.co, pada awal penyelenggaraan event BIC, hanya ada sekitar 30 brand clothing yang tergabung. Angka tersubut terus bertambah hingga di tahun 2019 ini sudah ada sekitar 160 brand dengan kompisisi 70 persen brand clothing lokal dan 30 persen brand clothing nasional.

Dengan adanya data pertumbuhan tersebut, salah seorang dari tim operasional BIC, Mahesa mengatakan bahwa dengan adanya database pertumbuhan brand clothing di Banten, diperkirakan  mencapai 15 – 20 persen untuk setiap tahunnya.

“Itu bentuk komitmen kami, angka itu juga cukup mengejutkan, tetapi mental juga memang diperlukan dan dibentuk. Karena mereka masih dalam tahap belajar dan tetap kita akomodir saat akan berlangsungnya event,” kata Mahesa, saat ditemui biem.co di salah satu rumah makan di Kota Serang, baru-baru ini.

Pesatnya pertumbuhan tersebut juga diiringi tingginya angka permintaan di pasar, sehingga dikatakan Mahesa, yang awalnya BIC hanya menyelenggarakan event sebanyak 2 kali, kini event bergengsi tersebut bisa terselenggara sampai 4 kali dalam satu tahun dengan angka minimal penyelenggaraan sebanyak 3 kali dalam satu tahun.

Terlepas dari hal itu, Penasehat & Pembina BIC, Adam Adhari  mengaku bahwa dengan adanya dukungan dari pemerintah selama ini, pihaknya  menjadi sangat terbantu dalam penyelenggaraan event BIC tersebut.

“Jadi, pemerintah selama ini sangat mendukung, karena dukungan itu tidak melulu soal materi tapi bentuk dukungan juga termasuk,” ujar Adam saat dijumpai di tempat yang sama.

Sementara itu, menurutnya selama ini para brand yang tergabung dalam BIC dapat bertahan dan berkembang. Penyelenggaraan event juga dipandang menjadi atmosfer tersendiri untuk dapat berjualan serta memunculkan cash flow.

“Mungkin sebagian dari mereka sudah mempunyai toko, mungkin ada juga yang bermain di online, tetapi event tetap menjadi atmosfer yang sangat bagus bagi mereka,” tuturnya.

Lewat BIC, lanjut Adam, teman-teman yang tergabung akan didorong agar usaha yang dijalani para pengusaha pemula tersebut dapat maju dan berkembang.

“Tujuan kita mendorong kan supaya mereka bangkit dan tumbuhnya brand baru. Tentu saja di sini ada kesamaan visi kita, bagaimana kita melahirkan angka pengusaha baru, membantu pemerintah untuk menekan angka pengangguran, serta melahirkan ide-ide baru,  dan ini merupakan bentuk komitmen kita,” pungkasnya. (Iqbal)

Editor: Yulia

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button