Kabar

Pemkot Serang Akan Wujudkan Kota Ramah Disabilitas

KOTA SERANG, biem.co – Wali Kota beserta Wakil Wali Kota Serang bersepakat untuk terus memperjuangkan Kotanya menjadi kota yang ramah disabilitas. Hal tersebut disampaikan kedua pemimpin Kota Serang saat mengunjungi stand milik Himpunan Mahasiswa Pendidikan Khusus (Hima PKh) Universitas Sultan Agen Tirtayasa (Untirta) pada gelaran Serang Fair, Kamis (22/8/2019).

Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin, mengatakan bahwa Kota Serang harus menjadi Kota yang inklusif, tanpa adanya marginalisasi. Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berkomitmen untuk bersama-sama memberikan kelancaran, membantu teman-teman disabilitas baik dari sisi pendidikan, fasilitas, sarana dan prasarana.

“Keberadaan teman-teman disabilitas itu kewajiban pemerintah Kota Serang,” katanya kepada awak media.

Dirinya menyebutkan di Kota Serang tidak boleh adanya marginalisasi karena pada dasarnya masyarakat penyandang disabilitas dan masyarakat memiliki hak yang sama.

“Tidak ada yang berbeda, antara mereka yang disabilitas, maupun mereka yang pada umumnya, sebagai manusia yang merdeka,” ujarnya.

“Teman-teman disabilitas harus setara, harus sama dengan masyarakat pada umumnya,” tambahnya.

Subadri berharap, masyarakat penyandang disabilitas yang berada di Kota Serang tidak merasa terasingkan.

“Mudah-mudahan teman-teman disabilitas tidak merasa asing, tertinggal, dan bisa sejajar dengan masyarakat pada umumnya,” tegasnya.

Kabar baik tersebut disambut oleh Wakil Ketua Hima PKh Untirta, Muntazir yang turut mengapresiasi komitmen Pemkot  Serang untuk terus memperjuangkan Kota Serang menjadi kota yang ramah disabilitas.

“Kami sangat apresiasi sekali perhatian yang diperlihatkan oleh pak Wali dan pak Wakil. Mereka bahkan meminta kami untuk bisa berdiskusi lebih lanjut, bagaimana sih Kota yang ramah disabilitas itu,” katanya.

Disamping itu, Muntazir mengaku pihaknya tidak akan pernah bosan, untuk mengawal Pemkot Serang dalam mewujudkan Kota Serang yang ramah disabilitas.

“Disini kami memperkenalkan bahasa isyarat kepada pengunjung. Lalu bagaimana masyarakat harus terlibat aktif dalam mewujudkan lingkungan ramah disabilitas, dengan tidak memarkir kendaraan di atas guiding block (jalan untuk penyandang tunanetra). Lalu memperkenalkan kesenian yang dibuat oleh teman-teman disabilitas, dan juga memamerkan teknologi asistif ciptaan kami,” pungkasnya. (Iqbal/red)

Editor: Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button