Olahraga

Susy Susanti Sebut Penghentian Beasiswa Djarum Merugikan

biem.co — Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susy Susanti menyebut penghentian beasiswa Djarum dapat berdampak sangat merugikan.

Menurutnya, hal tersebut lantaran penghentian beasiswa itu bisa menghambat pembinaan bulu tangkis di usia dini.

“Pastinya bakat-bakat yang terjaring tidak akan sebanyak seperti sekarang dan tahun-tahun sebelumnya, apalagi kita kan ada kategori usia dini (< 11 tahun), anak-anak (11-13 tahun), pemula (13-15 tahun), remaja (15-17 tahun), dan taruna (17-19 tahun),” katanya saat ditemui awak media, Sabtu (7/9).

Selain itu, Susi menuturkan, jika ajang pencarian bakat seperti beasiswa Djarum terhenti, dapat mengakibatkan putusnya satu generasi.

“Jika itu terjadi, kira-kira dalam kurun waktu 10 tahun, kita masih kesulitan untuk mencapai level atas lagi,” ungkap Susy.

Secara tersirat, Susy juga menyayangkan pihak yang menyebutkan bahwa audisi PB Djarum merupakan bentuk eksploitasi anak.

“Ini bulu tangkis loh, ini olahraga, bukan hal yang negatif, kenapa tidak didukung?” tuturnya mempertanyakan.

“Apalagi, ini bisa menghadirkan prestasi untuk bangsa,” ucap Susy lagi.

Diketahui, event yang diprakarsai oleh PB Djarum itu dihentikan karena adanya klaim dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI menganggap bahwa ajang tersebut memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merk Djarum yang identik dengan produk rokok.

Lantaran hal tersebut, pencarian bibit-bibit pebulu tangkis bertajuk Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis ditiadakan mulai tahun depan. (Eys)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *