Film & Musik

Pertama di Indonesia, NOAH Gelar Konser Unreal Engine

biem.co — Awal tahun 2021 ini, NOAH kembali menggelar konser virtual yang akan dilaksanakan Sabtu, 9 Januari 2021 secara gratis lewat layanan streaming Vidio pukul 20:00 WIB.

Diusung oleh BRI dengan BRIMOnya, Handayani selaku Director of Consumer menyebutkan karya-karya NOAH yang diluar ekspektasi cocok dengan tagline BRIMO ‘Temukan Beyondmo’

“Kita memilih NOAH untuk berkolaborasi ini karena sebelumnya di beberapa waktu yang lalu sebelum Covid-19, kita sempat membuat konser di BRI dan mendapat respons yang baik,” ujarnya.

Beberapa waktu yang lalu, NOAH sukses menggelar konser Virtual Reality dengan teknologi 360°, Upie Guava yang kembali dipercaya sebagai film director menyebut bahwa konser unreal engine ini adalah pertama kali di Indonesia.

Unreal engine adalah salah satu software develop game terbesar di dunia. Beberapa tahun ini diaplikasikan di industri film sebagai pengganti green screen, akan kami adaptasikan ke dalam sebuah konser dan NOAH adalah band yang tepat, apalagi berkolaborasi dengan BRIMO di mana aspek teknologinya inline secara inovasi,” jelasnya.

Upie mengatakan, software ini adalah berupa coding yang bisa memanipulasi penggunaanya untuk teknologi industri film.

“Kesulitannya karena ini hal baru dan belum pernah ada di Indonesia, segala sesuatunya harus dilakukan secara hati-hati karena faktor risikonya juga besar. Bagaimana kita menampilkan experience konser sedangkan teknologi yang kita pakai adalah teknologi film. Pada akhirnya, kita menyepakati bahwa kita akan menghadirkan hybrid konser, konser tapi rasanya video klip ada sinematik experience di konser itu,” ungkap Upie.

Sama seperti sebelumnya, konser Beyondmo ini pun akan dilakukan secara pre-tape dengan tujuan agar gambar yang disiarkan sampai sesuai dengan kemampuan penonton.

“Kita menyebutnya extended reality, kalau yang kemarin itu yang kita lakukan VR, kita lakukan taping dulu karena enggak memungkinkan buat live. Kalau teknologinya sih bisa, kita bisa bikin 360° itu live langsung, tapi untuk yang menerimanya karena itu kan byte-nya gede banget, jadi kalau yang nonton kuotanya kecil atau daerahnya kurang sinyal, yang keliatan cuma pixel doang,” jelas Ariel. (red)

Editor: Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button