KabarTerkini

KUIB 2015: Menyatukan Sikap dan Keinginan bagi Kemajuan Masyarakat Banten

PANDEGLANG, biem.co – Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten menggelar Kongres Umat Islam Banten (KUIB). Kegiatan yang akan berlangsung dari 31 Juli 2015 hingga 2 Agustus 2015 ini membahas berbagai macam persoalan, mulai yang berkaitan dengan keagamaan, politik, sosial, budaya, ekonomi hingga pariwisata syari'ah. Kegiatan ini dibuka pada Jumat (31/7/2015) malam oleh Sekretaris Daerah Pemprov Banten Kurdi Matin.

 

Dalam sambutannya, Kurdi berharap kongres tersebut bisa memberikan spirit untuk kemajuan Banten khususnya, dan Indonesia umumnya.

 

“Kongres umat Islam Banten ini menjadikan spirit bagi keberlangsungan pembangunan di Banten, karena sejak berdirinya Provinsi Banten banyak melibatkan ulama,” kata Sekretaris Daerah Banten, Kurdi Matin saat membuka acara.

 

Menurut Kurdi, kongres yang bertema "Meningkatkan Kualitas dan Peran Umat Islam dalam Membangun Banten" itu juga dapat menjadi suatu inspirasi untuk membangun Banten sebagai tanah jawara yang memiliki warisan budaya.

 

Para ulama dan cendekiawan Muslim menghadiri pembukaan Kongres Umat Islam Banten, Jumat (31/7/2015).

 

Namun hal yang sangat penting, lanjut Kurdi, bahwa penyelenggaran KUIB ke-1 ini sebagai momentum untuk mempersatukan umat Islam di Banten.

 

“Dan rekomendasi yang diberikan dari para alim ulama dalam Kongres ini bisa bersinergi untuk program pembangunan nasional, khususnya di Provinsi Banten,” tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua MUI Banten AM Romly mengungkapkan, KUIB tahun 2015 sudah sejak lama direncanakan, dan baru bisa terlaksana dengan dukungan semua pihak, terutama Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang menjadi tuan rumah pusat kegiatan KUIB pertama.

 

“Tujuannya untuk menyatukan sikap dan keinginan bagi kemajuan masyarakat Banten yang religius dan terciptanya situasi yang kondusif berlandaskan pada iman dan taqwa,” kata Romly.

 

Sementara itu, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini yang turut hadir dalam acara pembukaan mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh MUI Provinsi Banten ini.

 

“Alhamdulillah, kegiatan ini tentu sangat bagus, dan Banten telah menjadi provinsi pertama yang menggelar kongres umat Islam untuk setingkat provinsi. Semoga nanti rekomendasi-rekomendasi yang dilahirkan dapat membawa Banten lebih maju dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Banten secara khusus, dan Indonesia pada umumnya,” ujar Ahmad.

 

Pada kegiatan ini diikuti oleh para ulama dan cendekiawan muslim serta seluruh komponen masyarakat dari berbagai lapisan ini, Dompet Dhuafa menurunkan jejaringnya Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) untuk peserta kongres yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Editor :

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *