InspirasiOpini

Kamu yang Dikecewakan Atasan dan Perusahaan, Ingat! Masa Depanmu Tetap Harus Sukses!

 

biem.co – Tidak seorang pun di dunia ini yang dapat memastikan dirinya bebas dari rasa kecewa, apalagi bagi kita para anak muda yang katanya, “emosinya masih labil” ini, kan? Dikecewakan itu memang sangat tidak enak. Lebih-lebih, kecewa itu datang dari orang-orang yang keberadaannya cukup berpengaruh dalam hidup kita, dikecewakan atasan atau perusahaan, misalnya.  Namun, kamu nggak mungkin harus larut dalam kekecewaan yang berkepanjangan, kan? Itu akan mengganggu masa depan pekerjaanmu. Agar masa depanmu tetap secerah bintang di langit, berikut beberapa masukan yang sangat layak kamu pertimbangkan, sebelum kamu memutuskan untuk memperunyam atmosfer perang dengan atasan atau pun perusahaan tempatmu mencari nafkah.

 

Stop Mengeluh, Evaluasi, dan Cari Akar Masalahmu

Cobalah berhenti menyalahkan diri sendiri dan orang lain. Intropeksi dirimu sendiri mengapa bisa terjebak dalam situasi yang kurang menyenangkan itu, lalu tuliskan satu per satu dalam secarik kertas, baca, dan analisislah. Dari situ kamu akan tahu apa hal yang membuat kamu kecewa. Jika seluruh daftar yang ditulis justru membuat makin frustrasi, maka tenangkan dirimu dan lihat sisi positifnya.

Contohnya, jika konsep dan proyek impian tak kunjung dilirik atau direalisasikan oleh atasan, coba tetap berpikir positif bahwa suatu saat akan dilirik. Percayalah, segala hal yang dilakukan dengan senang hati dan ikhlas akan mendulang hasilnya di waktu mendatang.

 

Gali Sisi Positif dan Ide Kreatifmu Nggak Boleh Sia-sia!

Mencari atau mengeksplorasi hal positif di antara segala keburukan dapat mengubah sudut pandang dan cara berpikirmu. Perubahan sikap yang demikian mampu meningkatkan mood dan memperbaiki semangat kerja. Jadi, bila atasan tak juga menggubris ide kreatifmu, mengapa tak coba terapkan hal tersebut pada proyek pribadimu saja? Setidaknya, ide-ide tersebut tidak sia-sia.

 

Belajar dari Kekecewaan Masa Lalu

Cobalah mengobati rasa kecewa pada atasan dan perusahaan dengan mengingat masalah atau kekecewaan yang dulu pernah kamu rasakan. Karena hidup nggak melulu bahagia, toh? Masing-masing orang sudah ada jatah kecewa yang kudu dilewatinya. Nah, coba ingat kembali apa yang terjadi pada masa lalumu saat dirimu pernah dikecewakan? Bagaimana kamu mengatasinya? Memang, masalah tidak berlalu dengan mudah. Intinya, masalah akan selalu datang silih berganti, tapi rasa frustrasi dan kesal tidak akan menyelesaikannya. Sebaiknya, rancang rencana untuk menyelesaikan masalah, bertindak, dan berusaha. Jangan berdiam diri dan memendam persolan dalam hati sehingga nantinya dapat membuat terus kecewa dan depresi. Yuk, ah, hidupmu terlalu berharga bila harus suram oleh rasa kecewa. (red)

 

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button