KabarTerkini

HAMAS: Jalan Kabupaten Rusak, Siapa yang Bertanggung Jawab?

KABUPATEN SERANG, biem.co – Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang pada Kamis (8/12/2016). Dalam aksinya, mereka menanyakan jalan kabupaten rusak, siapa yang bertanggung jawab?

HAMAS mengatakan, Kabupaten Serang merupakan Kabupaten tertua di Provinsi Banten, dengan segala sumberdaya alam yang melimpah di segala sektor, dari sektor pertanian sampai sektor industri.

Melihat banyaknya sumber daya di berbagai sektor yang ada di Kabupaten Serang, seharusnya infrastruktur jalan dapat diperhatikan karena berpengaruh bagi tumpuan masyarakat dalam berlalu lintas. Kondisi jalan di Desa Gembor Udik, Kecamatan Bandung, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, dan Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, kondisinya sangat rusak selama beberapa tahun. Hal tersebut sangat memprihatinkan dan membahayakan bagi pengguna jalan serta dapat menghambat perekonomian masyarakat.

Dalam tuntutannya HAMAS meminta pihak terkait untuk menyelesaikan 3 hal, yaitu Dinas PU Kabupaten Serang memprioritaskan infrastruktur jalan yang rusak parah, Dinas PU Kabupaten Serang bertanggung jawab atas rusaknya infrastruktur jalan rusak di Kabupaten Serang, dan tuntasan infrastruktur jalan di Kabupaten Serang.

“Kondisi jalan di kabupaten Serang panjangnya kurang lebih 600 km, selama tahun 2016 sebanyak 120 km jalanan di Kabupaten Serang selesai diperbaiki, artinya baru 20% baik sisanya 80% atau 480 km masih dalam kondisi rusak, sesuai arahan Bupati Kabupaten Serang akan dibuat program mulai tahun 2017-2021 dilakukan perbaikan jalan setiap tahun sebanyak 100 km,” tutur Kepala Dinas PU Kabupaten Serang, Hatib.

Di sisi lain, Dinas PU Kabupaten Serang telah berusaha mengurangi kemacetan di wilayah Cikande, yaitu dengan dibuatnya Jalan Tol Interchange Cikande yang proses pengerjaannya sudah 3 tahun.

Interchange Cikande tinggal menunggu perizinan dengan pihak-pihak terkait, harapannya pertengahan tahun 2017 sudah dapat di operasikan dan dapat mengurangi kemacetan di wilayah Cikande”, tutup Hatib. (liah)

Editor : Esih Yuliasari

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *