KabarOlahraga

Derby Suramadu Berlangsung Seru, Persebaya Jadi Pemenangnya

biem.coLaga bertajuk derby Suramadu antara Persebaya Surabaya menghadapi Madura United dalam turnamen Piala Gubernur Kaltim II, Sabtu (24/02/2018) malam berlangsung seru. Pada laga yang digelar di Stadion Batakan ini, Persebaya berhasil memperoleh kemenangan setelah melalui drama adu penalti.

Belum genap 4 menit laga berlangsung, Persebaya langsung mendapatkan dua peluang emas untuk mencetak gol. Sayang Ferinando Pahabol dan Rishadi Fauzi tidak berhasil memanfaatkannya untuk membobol gawang yang dijaga oleh Hery Prasetyo.

Anak asuh Alfredo Vera yang menguasai bola sejak menit awal, terus mencoba membangun serangan untuk mengurung pertahanan Laskar Sape Kerrab, tetapi gagal menembus pertahanan yang digalang oleh Fabiano Beltrame dan kawan-kawan.

Pada menit 15’, Madura United balas menyerang. Slamet Nurcahyo berhasil mencuri bola yang dibawa oleh Rendi Irwan. Namun ia terburu-buru melesatkan bola dari jarak jauh yang belum mampu mengancam gawang yang dikawal oleh Miswar Saputra.

Hingga 25 menit jalannya pertandingan, kedua tim memainkan tempo sedang. Hanya ada beberapa peluang tercipta, tetapi belum dapat dimaksimalkan oleh kedua kesebelasan.

Pada menit 26’, Persebaya kembali mendapatkan peluang melalui eksekusi bola mati yang dilakukan Pahabol dari sisi kiri gawang Madura United namun dapat diamankan oleh penjaga gawang.

Dua menit berselang, giliran Madura United menekan Persebaya. Serangan dibangun oleh Slamet Nurcahyo. Ia langsung mengirimkan umpan ke Rafael Maitimo. Tapi lagi-lagi peluang tersebut gagal berbuah gol setelah bola mampu diamankan oleh Miswar.

Petaka terjadi untuk Persebaya pada menit ke 29’. Bermula dari kesalahan Rendi Irwan yang gagal mengumpan, bola dicuri oleh Bayu Gatra. Ia yang tanpa penjagaan langsung membawa bola dan memberi umpan ke Rafael Maitimo yang berlari sendirian. Dan akhirnya Maitimo mencatatkan namanya di papan skor, setelah mampu menaklukan Miswar. 0-1 Persebaya tertinggal.

Tidak mau kehilangan poin, Persebaya terus berupaya untuk menyamakan kedudukan. Hasilnya pada menit 40’ Persebaya berhasil mencetak gol melalui eksekusi penalti yang dilakukan oleh Misbahus Sholikin setelah sebelumnya Oktavianus Fernando dilanggar oleh Fachrudin. 1-1 skor sama kuat.

Jual beli serangan terus dilakukan oleh kedua kesebelasan, tetapi hingga wasit meniup peluit panjang berakhirnya babak pertama, skor 1-1 tetap bertahan.

Di babak kedua, Persebaya lagi-lagi terus menggempur pertahanan lawan. Fauzi mendapatkan peluang emas pada menit 50’. Namun tendangannya justru melebar ke samping gawang Madura United.

Peluang yang didapatkan oleh Ruben pun tak menemui hasil. Setelah tendangan keras yang ia lepaskan berhasil ditepis oleh penjaga gawang Madura United.

Terus menerus menyerang, kelengahan di lini pertahanan persebaya hampir berhasil dimanfaatkan oleh Bayu Gatra yang melakukan serangan balik cepat pada menit 64’. Sidik Saimima yang langkahnya sudah tertinggal, mendapatkan kartu kuning kedua (read: kartu merah) setelah menjatuhkan Bayu Gatra.

Bermain dengan 10 orang pemain, Bajul Ijo tetap mendominasi pertandingan. Ricky Kayame yang dimasukkan untuk menggantikan Pahabol, terus menekan lini pertahanan Madura United meskipun tidak berbuah gol.

Pada menit 75’ Persebaya terancam. Madura United mendapatkan tendangan bebas yang berjarak hanya beberapa centimeter dari kotak pinalti. Tetapi tendangan yang dilakukan oleh Fabiano masih jauh di atas gawang.

Delapan menit berselang, Madura United hampir memenangkan pertandingan melalui sundulan Gonzales. Sayang bola masih dapat ditangkap oleh Miswar. Hingga akhir pertandingan, skor 1-1 tetap bertahan. Dengan hasil ini, maka pertandingan dilanjutkan dengan drama adu penalti.

Pada babak adu penalti, lima algojo dari Persebaya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sedangkan satu dari lima algojo Madura United yakni Fabiano gagal mengeksekusi bola. Ia terpleset sehingga membuat bola melambung tinggi. Dengan hasil ini, Persebaya mengamankan kemenangan dengan skor 6-5 dalam derby Suramadu di tanah Borneo. (eys)

Editor: Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button