KabarTerkini

Soal Potensi Tsunami di Pandeglang, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

biem.co – Selasa (03/04), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Widjo Kongko selaku Peneliti Tsunami, memberikan pernyataan soal prediksi bahwa Kabupaten Pandeglang, Banten, berpotensi mengalami tsunami setinggi 57 sebagai bagian dari dampak gempabumi megathrust.

“Di Jawa Barat itu sumber gempa besar. Di situ bisa dikatakan di selatan bisa mencapai 8,8 Magnitudo atau 9. Sehingga, kaidah umum kalau di atas 7 Magnitudo dan terjadi lautan dangkal sumbernya, maka potensi tsunami besar akan terjadi di daerah sana (red: Pandeglang),” ungkapnya, seperti dikutip dari detikNews.

Tentu saja, kabar ini membuat sebagian warga pun cemas dan berharap agar hal tersebut tidak terjadi, seperti halnya Resti Meidiyani Dimyati. Salah satu warga asli Pandeglang ini mengaku merasa deg-degan setelah mendengar informasi tersebut. “Wallahualam. Tapi yang pasti, sih, harus banyak berdoa. Kalau bisa, sih, jangan sampai terjadi lah,” ungkapnya kepada biem.co.

Hal senada juga dirasakan oleh Silvi Addini, ia mengaku langsung teringat keluarga dan tempat tinggalnya di Pandeglang. “Iya, emang nggak tau, sih, kapan bakal kejadiannya. Deg-degan dan takut, soalnya berita ini nggak cuma sekali-dua kali,” ungkapnya.

Pihak BPPT sendiri tidak bisa memastikan kapan bencana besar tersebut bisa terjadi. Sebab, belum ada alat dan teknologi yang bisa mendeteksi hal tersebut.

Menanggapi hal ini, Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Pandeglang, melalui akun resmi Instagramnya, mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang karena informasi tersebut masih bersifat prediksi awal untuk keperluan antisipasi.

(Foto: Pusdalops BPBD Kabupaten Pandeglang).

“Di sepanjang pantai Pandeglang sudah dipasang alat Tsunami Early Warning System (sistem peringatan dini tsunami) dan masyarakat selalu mengingat titik kumpul dan jalur/rambu evakuasi yang telah disiapkan,” tulis pihaknya di @pusdalops_bpbdpandeglang, Selasa (02/03). (HH)

Editor: Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button