HiburanWisata & Kuliner

Cerita di Balik Nama Curug Putri dan Mitos Enteng Jodoh

biem.co – Indonesia dengan letak geografis yang sangat strategis, memiliki keindahan alam luar biasa. Salah satu keindahan alam yang dapat digunakan sebagai destinasi wisata adalah air terjun atau orang Sunda menyebutnya curug.

Ada begitu banyak curug di berbagai daerah di Indonesia, tersebar dengan keunikan yang berbeda, tetapi tetap eksotis, indah, dan menakjubkan. Tak heran, hal ini menjadi daya tarik untuk para wisatawan terutama anak muda untuk berkunjung kesana.

Selain itu banyak juga cerita atau mitos dari masyarakat tentang suatu curug yang ada.

Salah satu contohnya adalah curug Putri. Curug Putri terletak di lereng gunung Pulosari Kabupaten Pandeglang, sebuah gunung yang memiliki ketinggian lebih dari 1.300 Mdpl. Curug ini dikelilingi oleh pepohonan rindang yang masih terlihat asri dan sejuk.

Kasman, mantan Kepala Desa (Kades) Cilentung mengungkapkan, dinamakan Curug Putri, karena air terjun yang terletak di Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang ini, dipercaya dahulu kala menjadi tempat pemandian Nyai Putri Rincik Manik dan Ki Roncang Omas serta para putri dari kayangan.

Kepercayaan penduduk setempat tentang adanya putri kayangan yang sedang mandi di curug ini, ditandai dengan munculnya pelangi di atas Gunung Pulosari. “Pelangi tersebut dipercaya sebagai jalan bagi putri dari kayangan turun ke bumi dan kembali ke kayangan,” tambahnya.

Akan tetapi, lanjut Kasman, jika pelangi sudah menghilang sebelum putri dari kayangan selesai mandi, kami (re: penduduk setempat) mempercayai ada pintu di balik air terjun yang menjadi jalan pulang ke kayangan.

Itulah cerita dibalik nama Curug Putri. Selain itu masyarakat juga mempercayai bagi gadis yang mandi di Curug Putri akan enteng jodoh.

Namun saat ini, wisata Curug Putri sedang tidak dapat dikunjungi akibat longsor yang terjadi pada Senin, (25/12/2017) lalu. Longsoran tebing setinggi 30 meter mengakibatkan seluruh lokasi curug Putri ditutupi tumpukan material lumpur dan bebatuan.

Bukan hanya wisata Curug Putri saja yang ditutup, melainkan akses jalan menuju puncak gunung Pulosari pun ditutup untuk mencegah adanya korban. (PS/red)

Editor : Esih Yuliasari

Related Articles

Berikan Komentar