KabarTerkini

Langlang Randhawa: Untuk Mau Menulis Perlu Motivasi

KOTA SERANG, biem.co – Bertajuk “Dengan Membaca Terbuka Jendela Dunia dengan Menulis Terukir Inspirasi Mahasiswa“,  Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himakun) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar Kelas Menulis untuk mahasiswa/i dan dosen di Perpustakaan UNIBA, Jumat (04/05).

Hadir sebagai narasumber dalam Kelas Menulis ini, Langlang Randhawa, seorang penulis novel berjudul “Kiamat Masih Jauh” sekaligus penulis naskah skenario film “3 Semprul Mengejar Surga”.

Miflana Hilmiah sebagai ketua pelaksana acara menagatakan, acara ini sebenarnya hanya diperuntukkan bagi internal Himakun, namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya kita buka untuk umum.

“Acara ini berawal dari keinginan para anggota Himakun yang ingin bisa menulis artikel ilmiah. Lalu, mendapatkan saran untuk menghadirkan Langlang Randhawa,” paparnya.

Miflana menambahkan, acara ini terdiri dari 2 (dua) sesi, di mana sesi pertama adalah untuk merangsang keinginan menulis para peserta. “Pesertanya ada 33 orang, terdiri dari 30 mahasiswa/i dan 3 orang dosen,” serunya.

Nanti, lanjutnya, di sesi ke 2 yang akan dilaksanakan Jum’at (11/05) mendatang adalah sesi pendalaman. “Di sesi ke-2, peserta akan langsung praktik menulis dengan Langlang Randhawa,” ujarnya.

Membuka Kelas Menulis, Langlang R, mengatakan bahwa untuk mau menulis atau membuat karya tulis, hal yang dibutuhkan sebenarnya adalah motivasi. “Ada pepatah yang mengatakan ‘ku bisa karena ku butuh’,” serunya.

Misalnya, lanjutnya, yang punya ide cerita atau sinopsis dan namanya akan terpampang sebagi pemilik ide cerita, simplenya seperti itu.

“Saya pun sama, motivasi saya menulis adalah karena pekerjaan saya penulis, kalau tidak menulis ya akan repot ke depannya,” ungkap Langlang, yang kini tengah sibuk menyelesaikan novel sambungan dari “Kiamat Masih Lama”, yaitu “Surga Masih Jauh”.

Langlang menambahkan, untuk bisa konsisten dalam dunia tulis-menulis adalah proses yang menentukan, hukum alam pun berlaku di mana terkadang banyak dijumpai para penulis awal tidak bertahan dalam menghadapi prosesnya.

“Bagi saya untuk belajar menulis ya harus serius, tekun, dan dinikmati saja prosesnya dan selebihnya lingkungan kita yang berpengaruh terhadap semangat menulis kita,” tandasnya.

Bagi saya, kata Langlang, menulis adalah pekerjaan penyambung lidah dan tidak boleh mengandung unsur hoax, maka dalam menulis perlu banyak rujukan.

“Sebab menulis bukan pekerjaan yang duduk dan menulis semata, tetapi memerlukan riset,” pungkasnya. (Iqbal)

Editor : Andri Firmansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button