KabarTerkini

BMKG Sebut Tsunami Sempat Landa Palu dan Mamuju

SULAWESI TENGAH, biem.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan konfirmasi terkait gempa berkekuatan 7,7 SR yang menyerang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/09) pukul 17:02:44 WIB.

“Dengan makin bertambahnya sensor-sensor gempa yang terkumpul beberapa menit kemudian, maka parameter gempa kami perbarui. Kami mutakhirkan menjadi kekuatan magnitude 7,4 SR pukul 17:02:45 WIB di Kabupaten Donggala,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers.

Ia juga menyebut bahwa gempa bumi tersebut menimbulkan tsunami dengan level waspada dengan ketinggian lebih dari 0,5 meter dan diperkirakan maksimum 3 meter.

“Diperkirakan waktu tiba tsunami pukul 17:22 WIB. Sehingga saat mengumumkan info gempa, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami sekitar 5 menit setelah kejadian gempa. Dan selain itu, BMKG juga melakukan pemantauan naiknya muka air laut serta mengumpullkan informasi dari saksi mata. Antara lain staf BMKG yang ada di Kota Palu,” lanjutnya.

Dijelaskan Dwikorita, dari hasil pengamatan terlihat naiknya muka air laut setinggi 6 cm dari Mamuju, yaitu pukul 17:27 WIB. Kemudian juga terpantau ketinggian naiknya air muka laut mencapai 1,5 meter dari lapangan di Pantai Palu.

Namun kemudian setelah pihaknya melakukan pemantauan usai tsunami datang, terlihat air naik semakin surut dan akhirnya dengan surutnya naiknya air yang teramati, maka peringatan dini tsunami diakhiri BMKG pada pukul 17:36:12 WIB.

“Artinya, memang benar tsunami terjadi hingga mencapai ketinggian 1,5 meter. Namun kejadian tsunami telah berakhir,” tegas Dwikorita.

Dari hasil monitoring BMKG sejak gempa tersebut, diketahui telah terjadi 22 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,3 SR dan terkecil 2,9 SR. “Kami terus melakukan pemantauan atas gempa gempa susulan ini,” pungkasnya. (HH)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar