Kabar

Lili Romli Ajak Masyarakat Sudahi Permusuhan soal Pemilu

KOTA SERANG, biem.co — Direktur Eksekutif Banten Institute for Regional Development (BIRD), Lili Romli mengajak masyarakat menyudahi permusuhan atau perselisihan dan melupakan perbedaan yang ada pasca pemilihan umum (pemilu) untuk menatap masa depan Indonesia dan Banten yang lebih baik.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri halalbihalal cendekiawan Banten dan diskusi publik, bertempat di salah satu rumah makan di Kota Serang, Selasa (18/6/2019).

“Perbedaan-perbedaan itu bagian dari sunatullah dan Allah menciptakan segala sesuatu itu berbeda, meski demikian jangan sampai perbedaan itu justru memecah belah NKRI. Kita harus lupakan perbedaan, mari bersatu, karena keutuhan itu lebih utama dibandingkan hal-hal yang lain,” katanya.

Lili menjelaskan, kompetisi pilpres dan pileg adalah bagian dari mekanisme demokrasi untuk memilih pemimpin yang di dalamnya pasti ada konsekuensi menang dan kalah.

“Demokrasi untuk mencari pemimpin itu memang bukan yang terbaik, tetapi yang dianggap baik oleh pemilihnya. Sehingga jika pada pelaksanaannya calon A memiliki suara lebih besar, maka kita harus sepakat menerima keputusan tersebut apa adanya,” ungkap Profesor yang merupakan peneliti LIPI itu.

Jika tidak dapat menerima hasil keputusan tersebut, lanjut Lili, maka harus diselesaikan dengan mekanisme demokrasi. Menurut Lili, di dalam mekanisme demokrasi, terdapat prinsip-prinsip berdemokrasi, diantaranya yaitu menyelesaikan perselisihan secara damai dan terlembaga.

“Dalam konteks pilpres atau pileg, mekanisme terlembaga itu ketika ada kecurangan, silakan melaporkan ke Bawaslu, ke PTUN, dan puncaknya ke Mahkamah Konstitusi,” terangnya.

Sementara dalam konteks menegakkan demokrasi, kata Lili, sikap dan perilaku para pihak yang terkait dalam proses demokrasi tidak boleh dengan cara-cara kekerasan dan inkonstitusional.

“Apabila tindakan itu dilakukan, maka bukan hanya melanggar konstitusi, tapi juga menghancurkan sistem demokrasi itu sendiri. Padahal demokrasi sudah disepakati sebagai aturan main untuk memilih pemimpin melalui pemilu tersebut,” tuturnya.

Lili yang juga merupakan Ketua ICMI Korwil Banten menuturkan, agar demokrasi berjalan dengan baik dan efektif, ada dua hal yang harus dipertahankan.

“Pertama, hukum harus ada di samping demokrasi. Kedua, dalam demokrasi agar pemerintahan efektif, maka perlu ada oposisi. Karena oposisi inilah yang mengadakan kontrol dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Sehingga baik yang memenangkan pilpres maupun yang kalah sama-sama terhormat,” tandasnya. (eys)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *