Kabar

Terus Tingkatkan Kesejahteraan Petani, NTP Banten Naik 0,88 Persen

KOTA SERANG, biem.coSobat biem, langkah-langkah Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten dalam meningkatkan kesejahteraan petani menunjukkan hasil yang positif. Pada Triwulan III (Juli–Agustus), Nilai Tukar Petani (NTP) Banten mengalami peningkatan.

“NTP Banten Agustus 2020 sebesar 101,20 atau naik 0,88 persen dibanding NTP bulan sebelumnya,” ungkap Agus dalam keterangan resmi, seperti dikutip biem.co, Senin (21/9/2020).

Agus menyatakan, di bulan Agustus, NTP Banten berada di atas rata-rata NTP Nasional (sebesar 100,65). 

“Hal ini menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di Banten pada bulan ini masih berada di atas rata-rata nasional. Secara nasional, urutan NTP di Provinsi Banten meningkat di posisi 12, dari sebelumnya berada di posisi 14 secara nasional,” terangnya.

Disampaikan Agus, peningkatan NTP Agustus 2020 di Provinsi Banten disebabkan oleh kenaikan NTP pada tiga sub sektor, yakni sub sektor perkebunan, sub sektor tanaman pangan, dan sub sektor perikanan.

“Sub sektor perkebunan naik sebesar 2,09 persen, sub sektor tanaman pangan naik sebesar 1,46 persen, dan sub sektor perikanan naik sebesar 0,28 persen. Sedangkan sub sektor peternakan mengalami penurunan indeks sebesar 1,79 persen dan sub sektor hortikultura turun sebesar 0,36 persen,” papar Agus.

Agus menilai, kenaikan sub sektor perkebunan yang mengalami peningkatan tertinggi tersebut disebabkan oleh peningkatan harga karet dan kelapa sawit di Banten. Sementara, kenaikan di sub sektor tanaman pangan didorong oleh kenaikan harga gabah.

“Rata-rata harga gabah bulan Agustus 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKG Rp4.585, GKP Rp4.328, per kg dan kualitas rendah Rp3.835. Harga terendah sebesar Rp3.300 untuk kualitas rendah varietas inpari dan harga tertinggi di tingkat petani sebesar Rp5.000 untuk kualitas GKG varietas Ciherang,” tuturnya.

Adapun, kata Agus, penurunan di sub sektor peternakan merupakan dampak penurunan harga pada hampir semua produk peternakan pasca momen Idul Adha di bulan Juli 2020, khususnya ayam ras dan telur ayam.

Untuk penurunan sub sektor holtikultura, menurutnya hal ini disebabkan adanya penurunan harga, khususnya pada kelompok sayur-sayuran seperti ketimun, kacang panjang, terung dan cabai rawit. Sementara di kelompok buah-buahan terjadi penurunan pada harga pisang.

“Selama bulan Agustus 2020, nilai kesejahteraan petani pada sub sektor tanaman pangan, sub sektor hortikultura dan sub sektor perkebunan masih tumbuh positif dibandingkan dengan sub sektor peternakan dan perikanan,” pungkas Agus. (hh)

Editor: Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button