KOTA SERANG, biem.co – Peringatan milad ke-23 Forum Silaturahmi Pondok Pesantren menjadi momentum penguatan kepedulian sosial di Provinsi Banten. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri istigasah dan doa bersama yang dirangkaikan dengan pelepasan bantuan kemanusiaan untuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan wilayah Banten.
Wagub Dimyati menegaskan, istigasah dan doa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ikhtiar batin dan sosial dalam menghadapi berbagai ujian serta musibah yang melanda sejumlah daerah. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, sekaligus memperkuat empati dan tanggung jawab bersama terhadap sesama.
Pemerintah Provinsi Banten mengapresiasi kolaborasi pesantren, organisasi keagamaan, lembaga filantropi, dan berbagai elemen masyarakat. Sinergi ini mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan kepekaan terhadap situasi darurat, baik di dalam maupun luar Banten.
Wagub Dimyati juga menyoroti besarnya dampak bencana yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas ibadah, pendidikan, dan layanan kesehatan. Kehadiran Gerakan Kemanusiaan Ayo Cepat Tolong! dari Banten dinilai sebagai langkah konkret yang membantu percepatan pemulihan pascabencana.
Melalui momentum milad ini, FSPP menegaskan peran pesantren bukan hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga penggerak kepedulian sosial. Bantuan yang disalurkan meliputi Al-Qur’an, bantuan kemanusiaan, pembangunan musala darurat di Aceh Tamiang, serta rencana pembangunan masjid di Aceh.
Semangat kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sosial tumbuh dari empati, gotong royong, dan keberanian untuk hadir membantu saat sesama membutuhkan. (Red)







