KomunitasReview

Bantu Kasus Gizi Buruk, Banten Food Bank Audiensi dengan Dinkes Pandeglang

 

PANDEGLANG, biem.co – Kasus gizi buruk yang menimpa Ulus (9 tahun) warga Kampung Sadang Pajagan RT/RW 015/001 Kelurahan Ciburial, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten saat ini telah mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

 

Banten Food Bank Regional Pandeglang sebagai komunitas yang peduli terhadap penanganan gizi buruk hari Selasa (20/9) kemarin telah melakukan audiensi dengan kepala Puskesmas Cimanggu, Dinkes, Dinsos, dan Kesra Kabupaten Pandeglang, di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.

 

"Penanganan Ulus sudah ditangani sejak Ulus masih berusia 2 minggu, sampai saat ini setiap bulannya bidan dari puskesmas Cimanggu selalu berkunjung dan memberikan perawatan lanjutan untuk Ulus." ujar Kepala Puskesmas Cimanggu, Iyot Sa'diah.

 

Iyot juga mengatakan bahwa pihak Puskesmas Cimanggu ingin merujuk kembali Ulus ke RSU Berkah Pandeglang dan pihak Dinkes Kabupaten Pandeglang juga sudah memberikan upaya berupa pemberian jaminan biaya gratis untuk Ulus.

 

Salah satu pihak dari Dinsos, Dedi, ikut menambahkan bahwa keluarga sudah menerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan setiap 3 bulan sekali. Adapun tunjangan biaya hidup ketika Ulus dirawat tentu saja tidak ada dianggaran. Kalaupun bisa harus mengajukan proposal terlebih dahulu dan memakan waktu yang lama karena akan diproses 3-4 bulan setelah pengajuan selanjutnya baru masuk ke dalam anggaran tahun depannya.

 

"Untuk Ulus sendiri agar Ulus diberikan makanan dan susu yang dapat membantu menaikan berat badannya. Susu yang disarankan yaitu susu khusus gizi buruk seperti Penetral, asupan F100, dan F75." ungkap Ika, seorang ahli gizi.

 

Kordinator Pandeglang Banten Food Bank, Irfan menyimpulkan bahwa solusi yang dapat dilakukan saat ini adalah memberikan motivasi  kepada keluarga, agar keluarga benar-benar berjuang dan bekerjasama dengan pihak puskesmas untuk proses penyembuhan Ulus, agar Ulus bisa dirujuk ke RSU untuk dirawat kembali. (red)

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *