OpiniReview

Pendidikan Integritas Sejak Dini, Pentingkah?

Oleh Ipmawan Hari Sanjaya

 

biem.co — Berdasarkan data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) pada tahun 2010, Provinsi Banten adalah salah satu provinsi terkorup peringkat 15 dari 33 provinsi di Indonesia.

 

ICW menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan Provinsi Banten menjadi salah satu provinsi terkorup, yaitu dana APBD yang banyak disalahgunakan dan faktor monopoli kekuasaan di bidang pemerintahan.

 

Selain tingkat korupsi yang tinggi dari dana APBD dan monopoli kekuasan, dana pendidikan menjadi salah satu kasus korupsi terbesar di Provinsi Banten. Hasil kajian dari ICW menemukan bahwa selama satu dasawarsa (dari tahun 2003-2013), kerugian negara berkat korupsi dari dana pendidikan adalah sekitar 203 miliar atau dengan jumlah kasus korupsi kurang dari 10 kasus. Dana pendidikan yang paling besar di korupsi adalah Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

 

Sebagai pemuda dan masyarakat Banten, apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan pendidikan integritas guna membentuk generasi juara? Beberapa penelitian tentang integritas yang dimuat dalam salah satu jurnal menyatakan bahwa untuk memutus rantai budaya korupsi di suatu negara, maka putuslah korupsi sejak dini, dengan memberikan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan integritas sejak dini. Hasil penelitian tersebut menunjukkan apabila suatu negara menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan integritas sejak dini maka dapat mengurangi tingkat korupsi di negara tersebut.

 

Mulai tahun 2013, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai memberlakukan kurikulum 2013 dan mengedepankan pendidikan karakter kepada siswa. Pendidikan karakter disebutkan sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan watak yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

 

Selain melalui pendidikan formal untuk menanamkan integritas, bisa juga melalui pendidikan nonformal atau melalui komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya pendidikan berintegritas. Salah satu komunitas yang bergerak dibidang pendidikan ingeritas adalah Future Leader for Anti Corruption (FLAC) Indonesia. FLAC Indonesia adalah organisasi yang bergerak di bidang pencegahan korupsi dengan cara-cara yang kreatif dan menyenangkan.

 

FLAC Indonesia telah memiliki beberapa chapter di Indonesia sepeti FLAC Jakarta, FLAC Bogor, FLAC Yogyakarta, FLAC Jember, FLAC Surabaya, dan FLAC Balikpapan. Beberapa agenda FLAC yang berkaitan dengan pendidikan integritas adalah mendongeng kejujuran. Mendongeng kejujuran adalah salah satu program utama dari FLAC Indonesia. Program yang menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan integritas dengan cara mendongeng. Mendongeng adalah cara mendidik tanpa mengajarkan. Program ini sangat diminati banyak kalangan, terutama kalangan anak-anak usia dini.

 

Selama dua tahun di FLAC chapter Yogyakarta, penulis merasakan betapa pentingnya menanamkan pendidikan integritas. Karena pada saat ini pendidikan karakter masih sangat kurang di Indonesia, walaupun kurikulum 2013 tentang pendidikan karakter belum berjalan optimal. Oleh karena itu, dampak dari integritas yang rendah yaitu menyebabkan masih banyaknya siswa yang masih menyontek ketika ujian, masih datang terlambat ketika upacara bendera, berbohong ketika ditanya guru, dan lain-lain.

 

Karena pada saat ini komunitas seperti FLAC belum ada di Banten, terutama di tempat penulis tinggal yaitu di Kota Cilegon, penulis berinisiatif mendirikan komunitas yang berkaitan dengan pendidikan berintegritas bernama Youth Cilegon bergerak di bidang pendidikan dan sosial.

 

Komunitas Youth Cilegon mempunyai program yang bernama Cilegon Jujur Juara dengan program berupa kunjungan ke beberapa Sekolah Dasar di Kota Cilegon untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan integritas dengan cara-cara yang menarik dan menyenangkan. Program ini awalnya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2016, tetapi karena persiapan belum matang dan penulis masih menyelesaikan kuliah, pelaksanaan Cilegon Jujur Juara.

 

Ketika penulis berdiskusi dengan teman-teman mengenai pendidikan integritas, ternyata banyak teman-teman yang khawatir tentang masa depan Kota Cilegon. Apabila Kota Cilegon dipimpin oleh pemimpin yang memiliki tingkat integritas yang rendah, bisa dipastikan tingkat korupsi di Kota Cilegon semakin meningkat dan penyerapan anggaran semakin rendah. Oleh karena itu, penulis dan teman-teman akan bergerak untuk menanamkan dan menyosialisasikan pendidikan karakter secara bertahap di Kota Cilegon.

 

Penulis berharap, komunitas Youth Cilegon dapat memberikan manfaat dan kebaikan dengan cara menanamkan nilai-nilai integritas kepada siswa sekolah dasar di Kota Cilegon. Karena, untuk membangun atau menjadikan seseorang pemimpin yang hebat di masa mendatang maka didiklah orang tersebut sejak dini. Hal-hal seperti itulah yang membuat penulis dan teman-teman yang telah berdiskusi untuk tetap semangat dan terus menebar kebaikan kepada masyarakat di Kota Cilegon. Karena pendidikan integritas mesti ditamankan sejak dini untuk melahirkan generasi juara! [*]


Ipmawan Hari Sanjaya, mahasiswa asal Banten yang saat ini menuntut ilmu di Kota Gudeg Yogyakarta. Untuk berinteraksi dengan Ipmawan, follow Instagram-nya @ipmawanhari atau kunjungi blog pribadinya di mudamenulisinspiratif.blogspot.co.id

Editor :

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *