KabarTerkini

Himakom Untirta Gelar Seminar Konsentrasi dan Keprofesian

KOTA SERANG, biem.co – Setelah berhasil memasuki jurusan kuliah yang diinginkan, ternyata tidak membuat semua mahasiswa mengetahui konsentrasi apa yang akan mereka pilih saat menaiki semester selanjutnya nanti. Bisa saja di antara kita mengalami sebuah tabrakan antara passion yang dimiliki dengan keinginan berprofesi. Hal tersebut pun mungkin dialami oleh mahasiswa-mahasiswi dari Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Di jurusan tersebut, terdapat tiga konsentrasi mata kuliah; humas (public relation), marketing communication (marcomm), dan jurnalistik. Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) Untirta menggelar Seminar Konsentrasi dan Keprofesian dengan tema “Ekspresikan Komunikasimu Dengan Hebat dan Gemilang”.

Seminar tersebut menghadirkan tiga orang narasumber yang sudah professional di masing-masing bidang konsentrasi pada Ilmu Komunikasi. Mereka adalah Prasetya Erlangga (Angga) yang berkerja di bidang humas sebagai Aparatur Sipil Negara Dinas Kominfo Kota Serang; Sufyanto (Anto) yang bekerja di bidang marcomm sebagai e-commerce Aryaduta Hotel Group; dan Rahel Mutia Simatupang (Rahel) yang bekerja di bidang jurnalistik sebagai Pemimpin Redaksi dari centralnews.co.id. Ketiga narasumber tersebut juga merupakan alumni dari Jurusan Ilmu Komunikasi Untirta.

Menurut Angga, ia memilih konsentrasi jurnalistik karena baginya konsentrasi tersebut bisa mencakup dua konsentrasi lainnya. Sehingga, meski saat ini bekerja di bagian humas pun ia masih bisa menggunakan ilmunya di sana.

“Sebenarnya tidak ada yang salah dalam pemilihan jurusan. Ketika kita merasa salah, kita harus segera berpikir dengan cepat. Per sekian detik kita harus bisa menjawab pertanyaan atau memecahkan permasalahan. Artinya kita harus bisa mengembangkan diri kita, supaya yang tadinya salah bisa menjadi agak benar,” seru Angga.

Sementara itu, Anto pun merasakan hal yang sama. Sebelumnya, peminatan konsentrasi yang diambilnya adalah humas. Namun saat ini ia bekerja sebagai marcomm. Ia menyampaikan bahwa meski tidak memiliki background sebagai macromm, namun ada pekerjaan-pekerjaan marcomm yang bisa ia lakukan.

“Jadi apapun yang kalian pilih, tanami diri kalian dengan integritas. Serta harus berani dan kreatif,” tegas Anto.

Berbeda dengan keduanya, Rahel sedari awal memiliki minat yang tinggi untuk memasuki bidang jurnalistik. Menurutnya, di jurnalistik kita dapat memiliki banyak relasi, menjadi banyak tahu, dan membuat kita terlihat lebih pintar. Sebelumnya, Rahel bercerita bahwa dirinya pernah diterima bekerja sebagai marcomm di salah satu perusahaan, namun ia merasa bahwa pekerjaan tersebut bukanlah yang diinginkannya.

“Kejar passionmu, cintai passionmu, maka dunia akan mengikutimu. Nggak usah khawatir kalau nanti di dunia jurnalistik akan 24 jam, karena berita akan terus muncul. Jika kita cinta pekerjaan kita dengan hati yang penuh, kita akan menikmati pekerjaan itu,” tutup Rahel. (happy)

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *