HiburanKomunitas

Komunitas Berbagi Nasi Serang, 4 Tahun Konsisten Berikan Kebahagiaan pada Sesama

biem.co — Angka ketidakmampuan masyarakat di Serang masih terbilang tinggi. Padahal Serang merupakan Ibu Kota Banten yang seharusnya bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi yang lahir pada 2000 ini. Untuk mendorong tingkat kesejahteraan di Serang, bukan hanya tugas pemerintah saja. Masyarakat biasa pun bisa turut andil dalam meringankan permasalahan tersebut, walau dari hal terkecil sekalipun melalui komunitas sosial misalnya.

Dewasa ini, banyak masyarakat yang peduli akan berbagi. Salah satunya Komunitas Berbagi Nasi. Awalnya, Berbagi Nasi dimulai oleh pemuda bernama Kang Danang di Bandung. Karena rasa empatinya yang besar, bersama rekannya, beberapa kali membagikan nasi bungkus kepada teman-teman dhuafa di pinggir jalan. Walaupun tidak berimplikasi terlalu banyak, setidaknya ia bisa ikut meringankan sedikit beban mereka, menjadi alasan Kang Danang untuk memulai aksi berbagi ini.

Karena rasa ingin berbagi tersebut mendapat banyak tanggapan positif dari orang-orang di sekitarnya, kemudian menjadi pondasi awal untuk dibentuknya Komunitas Berbagi Nasi yang kini virus berbagi ini sudah menjalar ke banyak kota di Nusantara, dan Serang-Banten menjadi salahsatunya. 

Tidak cukup sampai di situ, prestasi Berbagi Nasi Serang atau lebih dikenal dengan Bernas, kini sudah menginjak tahun ke-4. Awal berdiri komunitas ini di Serang, diajukan oleh Dita Septi Nurina. 


Relawan Komunitas Bernas Serang saat berbagi nasi kepada pemulung. (Foto: Ist).

Penuh perjuangan untuk membangun semangat berbagi ini, Berbagi Nasi Serang sudah pernah melewati fase susah, bangkit, redup lagi dan sekarang sudah kembali bersinar.

Setelah masa jabatan Kak Dita usai, lahirlah generasi baru lagi, yaitu Fahmi Ramdan, dan kemudian sekarang dilanjutkan perjuangannya oleh Fajar Maulana agar tetap bisa mengobarkan semangat berbagi bersama Berbagi Nasi Serang.

“Visi misi berbagi nasi ini adalah sederhana, yaitu ingin cepat bubar. Loh? Kenapa? Kok bubar? Iya, kita ingin Indonesia menjadi negara maju, sehingga sudah tidak ada lagi warganya yang harus sakit karena kelaparan,” ucap Fahmi saat menjelaskan mengenai komunitas yang sedang ia pimpin ini.

“Kegiatan yang biasa dilakukan komunitas ini, seperti namanya, ya berbagi nasi. Kami beraksi setiap Jumat malam. Kami bergerilya keliling kota Serang, mencari ‘target’ yang kira-kira membutuhkan kita,” tambahnya.


Komunitas Bernas Serang saat menghelat acara JAS MERAH. (Foto: Ist).

Selain malam hari, ada pula jadwal di sore hari yang dilakukan setiap akhir bulan. Tak hanya berbagi nasi, komunitas ini pun sering mengadakan acara besar pada hari-hari tertentu. Seperti JAS MERAH bersama veteran RI pada 17 Agustus-an, Berbagi Kasih Ibu bersama ibu-ibu pemulung di Sempu pada Hari Ibu, Nasiversary, dan lain sebagainya.

“Respon masyarakat alhamdulillah positif, bisa dilihat dari teman-teman Bernas yang semakin lama semakin bertambah anggotanya. Dan tidak sedikit pula yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendonasikan uang mereka,” imbuh Fahmi ketika ditanya mengenai tanggapan masyarakat Serang tentang Bernas.

Dengan ini Berbagi Nasi Serang memiliki harapan besar bisa meneruskan tujuan Kang Danang sang pencetus Bernas mula-mula untuk bisa meringankan beban sesama dengan aksi sesederhana ini, namun manfaatnya diharapkan bisa lebih dari sederhana. 

Untuk ikut merasakan kebahagiaan berbagi, Anda bisa mengunjungi akun media sosial Bernas di Instagram ; @berbaginasiSRG, Facebook ; Berbaginasi Serang, dan Twitter ; @berbaginasiSRG. (red)


Penulis, adalah relawan Bernas Serang, yaitu Nyimas Syifa Wildani dan Rahel Mutia Simatupang.


Berita Terkait ;

Turun Tangan Jakarta Gelar Refleksi Kemerdekaan Indonesia di Kampung DAO
Udi Samanhudi: Masa Muda, Masa Depan dan Passion
Resmi! Laga Pamungkas Grup 2 Liga 2 Antara Perserang vs Persita Digelar Tanpa Penonton

Editor : Andri Firmansyah

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *