KabarTerkini

Raksasa e-Commerce “Alibaba” Siap Kuasai Pasar Asia Tenggara

biem.co – Pasar e-commerce Asia Tenggara dinilai mempunyai pertumbuhan business to customer (B2C) yang sangat cepat. Menurut penelitian “The Oportunity of Indonesia” yang digagas Temasek dan Google, pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat seiring dengan tingginya pengguna internet dan inilah yang menjadi magnet untuk para pengusaha untuk berinvestasi menggeluti pasar e-commerce.

Mengutip data dari berbagai sumber, di Indonesia diperkirakan pada 2025 mendatang, akan ada 119 juta orang yang beralih menjadi pembeli online. Maka dari itu, tak heran banyak sekali raksasa e-commerce di dunia yang tertarik untuk memasuki pasar Asia Tenggara. Ada pun beberapa perusahaan tersebut adalah Alibaba, Amazon, dan JD.com.

Salah satu raksasa e-commerce yang konsisten untuk merajai pasar di Asia Tenggara adalah Alibaba Group, yang dalam 2 tahun terakhir Alibaba resmi mengakuisisi Lazada sejak 2016.

Alibaba Group Holding resmi mengakusisi Lazada dengan suntikan dana sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp 13,7 triliun. Langkah tersebut menjadikan Alibaba sebagai pemegang saham Lazada sekitar 67 persen.

Sebagai raksasa e-commerce di China, tentu saja Alibaba bisa mendapatkan konsumen yang lebih luas lagi. Melihat perkembangan yang mulai signifikan pada 2017, Alibaba meningkatkan sahamnya di Lazada hingga 83 persen.

Pada 2018, Alibaba berikan investasi tambahan sebesar Rp 27,5 triliun di Lazada. Sejak 2012, Lazada yang berbasis di Singapura telah beroperasi dengan baik di Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dengan populasi muda yang besar serta penetrasi selular yang tinggi, Alibaba sangat yakin dengan pasar di Asia Tenggara.

Melansir dari laman Forbes, salah satu pendiri Alibaba, Lucy Peng mengatakan, “Kami merasa sangat percaya diri untuk menggandakan investasi di Asia Tenggara. Lazada memiliki sepak terjang yang baik dalam tahap pengembangan internet di kawasan ini. Dan kami sangat antusias dengan peluang pertumbuhan yang luar biasa.”

Dengan tambahan investasi terbaru pada Maret 2018 ini, tercatat Alibaba sudah memberikan investasi sekitar 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 55 triliun ke Lazada.

Masih belum dapat dipastikan berapa total saham yang dimiliki Alibaba saat ini terhadap Lazada. Namun, adanya suntikan dana baru sebesar Rp 27,5 triliun telah memberikan formasi baru di Lazada.

Lucy Peng, salah satu dari 18 pendiri Alibaba akan menggantikan peranan Max Bittner sebagai CEO Lazada. Sebelumnya, Lucy Peng masih menjabat sebagai CEO di perusahaan afiliasi Alibaba, Ant Financial.

Bittner yang telah menjabat sejak 2012 akan mempunyai posisi baru sebagai penasehat senior. Dia bertugas dalam membantu selama masa transisi dan strategi pertumbuhan internasional di masa depan.

Adanya investasi terbaru tersebut membuat Alibaba akan semakin yakin dapat bersaing dengan JD.com dan Amazon di pasar Asia Tenggara. Mereka akan siap bersaing untuk meraih pangsa pasar sejumlah 600 juta orang. (IY)

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button