Terkini

156 Napi Teroris Lakukan Penyerangan dan Penyanderaan, 5 Polisi Gugur

biem.co Kerusuhan besar terjadi di Lapas Mako Brimob Polri Kelapa Dua sejak Selasa (08/05) malam. Diketahui, sebanyak 156 narapidana (napi) teroris menguasai tiga blok Mako Brimob dan melakukan penyerangan serta penyanderaan kepada sembilan anggota Polisi di Mako Brimob yang sedang bertugas.

Seperti yang diberitakan, kejadian tersebut membuat lima anggota Polri gugur, sementara empat orang lainnya terluka. Selain itu, satu tahanan teroris pun tewas akibat melawan dan merebut senjata petugas.

Kerusuhan telah berlangsung selama kurang lebih 36 jam hingga Kamis (10/05) pagi. Bahkan, pukul 07:20 WIB, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) masih terdengar dentuman-dentuman ledakan. Sekitar satu jam kemudian, kondisi pun bisa terkendali dan para wartawan diberikan akses untuk memantau dari jauh dikarenakan lokasi yang masih streril. Hingga saat ini, TKP masih dijaga ketat oleh aparat-aparat bersenjata lengkap.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, mengatakan pihaknya akan tetap bersikap persuasif dan berkepala dingin dalam menghadapi kejadian ini, meskipun para tahanan telah melakukan pembunuhan terhadap anggota Polisi.

“Saya selalu menekankan kepada tim untuk berkepala dingin, walaupun teman-temannya menjadi korban pembunuhan. Dan mengutamakan langkah-langkah persuasif, walaupun anggota yang bertugas dibantai secara sadis oleh mereka. Dengan penuh kesabaran, kita dapat menanggulangi ini,” ungkap Syafruddin, dalam Konferensi Pers yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi.

Korban bentrokan anggota Mako Brimob Kelapa Dua yang gugur, di antaranya Yudi Rospiji Siswanto (IPTU Luar Biasa Anumerta), Denny Setiadi (AIPDA Luar Biasa Anumerta), Fandy Setyo Nugroho (Brigpol Luar Biasa Anumerta), Syukron Fadhli (Briptu Luar Biasa Anumerta), dan Wahyu Catur Pamungkas (Briptu Luar Biasa Anumerta).

“Dari lima rekan yang gugur, mayoritas luka akibat senjata tajam di leher. Dan luka itu sangat dalam. Ada juga satu orang luka di kepala akibat tembakan. Juga ada luka di dada kanan,” terang Karo Penmas Polri Brigjen Pol, M Iqbal, di waktu yang sama.

Saat ini, seluruh narapidana terorisme sudah menyerahkan diri tanpa perlawanan. Seperti yang sudah disepakati oleh pihak Dirjenpas, bahwa para tahanan tersebut akan dipindahkan ke Lapas Nusa Kambangan.

Kerusuhan ini disebut-sebut memiliki hubungan dengan kasus terorisme Aman Abdurrahman yang merupakan Pimpinan ISIS Indonesia. (HH)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar