KabarTerkini

Ungkap Keprihatinan, Warganet Penuhi Tagar #KamiBersamaPOLRI di Linimasa

biem.co Penyerangan dan penyanderaan yang dilakukan oleh 156 narapidana teroris di Lapas Mako Brimob Kelapa Dua, membuat lima anggota Polisi gugur dan empat orang lain luka-luka.

Diketahui, lima korban bentrokan anggota Mako Brimob Kelapa Dua yang gugur, di antaranya Yudi Rospiji Siswanto (IPTU Luar Biasa Anumerta), Denny Setiadi (AIPDA Luar Biasa Anumerta), Fandy Setyo Nugroho (Brigpol Luar Biasa Anumerta), Syukron Fadhli (Briptu Luar Biasa Anumerta), dan Wahyu Catur Pamungkas (Briptu Luar Biasa Anumerta).

Karo Penmas Polri Brigjen Pol, M Iqbal, dalam Konferensi Pers yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi, menyebut mayoritas lima rekan yang gugur disebabkan karena luka akibat senjata tajam di leher. “Luka itu sangat dalam. Ada juga satu orang luka di kepala akibat tembakan. Juga ada luka di dada kanan,” terangnya.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, mengatakan pihaknya tetap bersikap persuasif dan berkepala dingin dalam menghadapi kejadian tersebut, meskipun para tahanan telah melakukan pembunuhan secara sadis terhadap anggota Polisi.

Hal ini tentu saja membuat warganet miris. Ungkapan belasungkawa dan keprihatinan pun berdatangan memenuhi Linimasi lewat tagar #KamiBersamaPOLRI yang menjadi Trending Topic nomor satu, Kamis (10/05). Keprihatinan ini pun dirasakan oleh sejumlah public figure di Indonesia.

“Sabar adalah… Polisi yang telah menodongkan laras senjatanya ke kepala para teroris di rutan kelapa dua… namun tidak menarik pelatuknya, meski 5 kawan mereka telah mati dengan leher tergorok di tangan para teroris ini. Hormat! #KamiBersamaPOLRI,” tulis Jurnalis Kompas, Timothy Marbun.

“Dada sesak membayangkan nasib para polisi yang gugur karena disiksa dan dibunuh di Mako Brimob. Turut berduka teramat dalam. #KamiBersamaPOLRI,” tulis Sutradara dan Stand Up Comedian, Ernest Prakarsa.

“5 Anggota Polisi & 1 Teroris dikonfirmasi tewas. Bukan menunjukkan Polisi kalah, melainkan Polisi bekerja sesuai prosedur dan mempertimbangkan faktor HAM. Sedangkan pihak Teroris beraksi secara brutal, tanpa peduli tentang kemanusiaan. Masih mau belain teroris? #KamiBersamaPOLRI,” tuai Blogger dan Penulis, Alitt Susanto.

“Baca laporan identifikasi korban kerusuhan napi teroris di rutan Mako Brimob, bikin amarah. Sadis dan kejam perlakuan para teroris terhadap korban. Benar-benar penyiksaan biadab. Kalau begini apakah masih ada kata negosiasi dengan teroris? #KamiBersamaPOLRI,” tukas Penulis dan Sutradara, Iman Brotoseno. (HH)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar