KabarOlahraga

Tolak Aturan Melepas Jilbab, Atlet Blind Judo Indonesia Didiskualifikasi

biem.co – Atlet blind judo Indonesia, Miftahul Jannah didiskualifikasi dari pertandingan oleh wasit setelah menolak untuk melepas hijab saat masuk matras.

Hal itu terjadi ketika Miftahul akan bertanding menghadapi wakil Mongolia, Gantulga Oyun di JIEXPO Kemayoran nomor 52 kg kategori low vision.

Sebelum atlet asal Aceh itu masuk ke arena, tiba-tiba juri melarangnya dan memintanya untuk membuka hijab. Tapi, dia menolak dan kemudian didiskualifikasi.

Larangan wasit tersebut memang sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam pertandingan judo tingkat Internasional. Alasan keselamatan yang mengharuskan setiap atlet judo tampil tanpa penutup kepala.

“Ini memang aturan dari judo internasional, alasannya karena ditakutkan pada saat main bawah (newasa), akan ketarik dari lawannya yang bisa menyebabkan tercekik,” kata Penanggung Jawab Tim Judo Indonesia, Ahmad Bahar.

Bahar sendiri mengetahui adanya aturan itu saat technical meeting yang berlangsung Minggu (7/10/2018) sore. Sesaat aturan dibacakan kemudian informasi soal aturan baru itu pun langsung disebarkan secara berantai kepada seluruh atlet, termasuk atlet Indonesia.

“Kami sudah mengarahkan atletnya agar melepas (hijab) saat masuk matras. setelah itu bisa pakai lagi. Tapi atletnya tidak mau. bahkan kami sudah mendatangkan orang tuanya supaya memberi semangat demi Merah putih gak papa dicopot sebentar. Atletnya tak mau,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ahmad Bahar, mengaku pihaknya sebenarnya ingin mengajukan protes. Mundurnya Miftahul Jannah tentu saja merugikan tim Indonesia di Asian Para Games 2018.

“Kami sebenarnya ingin protes. Akan tetapi, namanya peraturan mau bagaimana lagi. Itu sudah kami lakukan sejak technical meeting, tetapi itu sudah aturan,” ucapnya.

Peraturan melepas hijab sendiri merupakan peraturan baru. “Saya kurang tahu barunya tahun berapa. Tapi untuk ASEAN Para Games itu judo belum dipertandingkan. Sementara Asian Para Games 2014 saya kurang paham,” tandasnya. (eys)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar