Kesehatan

Lupus: Penyakit Seribu Wajah dan ‘Peniru Ulung’

biem.co – Tubuh manusia memiliki sistem kekebalan tubuh atau imun yang berfungsi sebagai tameng saat virus dan penyakit menyerang. Jadi, tubuh tak mudah terserang penyakit. Namun berbeda dengan mereka yang mengalami lupus, sistem imun tersebut malah menyerang balik organ-organ penting di dalam tubuh itu sendiri.

Seperti dilansir dari Tirto.id, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), lupus termasuk penyakit yang sulit didiagnosa karena gejalanya mirip dengan gejala penyakit pada umumnya. Maka dari itu penyakit ini disebut dengan ‘penyakit seribu wajah’. “Jika penyakit menyerang jantung, maka gejala yang muncul akan seperti penyakit jantung,” ujarnya.

Terdapat beberapa gejala lupus diantaranya sariawan yang tak kunjung reda, nyeri dada saat berbaring dan sesak napas, demam mencapai 38 derajat celcius tanpa sebab, rambut rontok, ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu pada wajah.

Selain itu, sensitif terhadap sinar matahari, lelah secara berlebihan, ruam kemerahan pada kulit, nyeri dan bengkak pada persendian di lengan dan tungkai, ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat bahkan kebiruan saat kedinginan, kelainan pada hasil pemeriksaan laboratorium, kejang atau kelainan saraf lainnya.
“Jika mengalami 4 gejala diantaranya, maka segera periksakan ke dokter. Terlambat penanganan sangat berakibat fatal karena lupus sama berbahayanya dengan kanker, penyakit jantung, maupun AIDS dan bisa menyebabkan kematian,” sahutnya.

Menurut Dr. Zubairi Djoerban, menyatakan bahwa lupus ialah penyakit kronis yang membuat zat imunitas menyerang balik tubuh penderita sendiri. Dalam illmu kekebalan tubuh, penyakit Lupus adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS.

Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease, yaitu penyakit dengan kekebalan tubuh yang diambang batas. Namun,belum ada penelitian yang membuktikan penyakit ini dapat diturunkan melalui genetis dan lupus bukan penyakit menular.

Lupus mampu menyerang organ vital manusia dengan mudah seperti, jantung, ginjal, hati, paru-paru. Dokter juga harus menganalisa hasil pemeriksaan laboratorium dan melakukan beberapa pemeriksaan yang berhubungan dengan kekebalan tubuh.

Dokter mendiagnosa penyakit ini dengan secara bertahap melalui riwayat penyakit dan keluhan pasien. Masyarakat sering menganggap tak banyak yang menderita penyakit ini, namun ternyata banyak pengidap lupus di Indonesia.   .
Di Indonesia sendiri belum banyak masyarakat mengenal penyakit lupus, untuk itu perlu adanya sosialisasi atas penanganan dan pencegahan dari penyakit ini.
Dr. Zubairi menambahkan pentingnya sosialisasi. Disamping banyaknya pengidap lupus serta sulitnya mendeteksi adanya penyakit ini.  (rai)

Editor: Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button