Sosok

Mahasiswa Asal Pandeglang Gapai Cita ke Negeri Cina

PANDEGLANG, biem.coTuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Begitulah bunyi pepatah yang tidak asing di telinga kita. Kali ini, biem.co akan berbagi kisah tentang seorang pemuda asal Desa Gung Datar, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang Banten, bernama Iim Abdul Karim yang berhasil meraih beasiswa untuk menuntut ilmu ke Negeri Tirai Bambu.

Berawal dari saling sharing dan bermimpi bersama teman-teman sewaktu duduk di bangku SMK untuk kuliah, mimpi itu terwujud saat Iim kuliah S1 di Universitas Esa Unggul Jakarta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Akuntansi.

“Saat itu kita ada keinginan kuliah ke luar negeri nanti saat S2, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Saya diizinkan untuk kuliah di S1 dengan tujuan negara yaitu Cina. Mengapa bisa ke Cina? Karena kampus saya yaitu Universitas Esa Unggul Jakarta bekerja sama dengan kampus Nanjing Xiaozhuang University dengan ketentuan kuliah dual degree, yaitu kuliah 2 tahun di Indonesia (2015-2017) dan 2 tahun di Cina (2017-2019),” kisah Iim kepada biem.co, Selasa (12/03/2019).

Iim juga mengaku bahwa berkat program tersebut, ia akan mendapatkan dua gelar sekaligus dan akan lulus dalam waktu dekat.

“Bisa sampai sini tentunya tidak selalu mulus, setelah menerima beberapa kali penolakan dari salah satu kampus negeri. Selain daftar di kampus negeri tersebut, saya juga daftar di banyak kampus swasta yang ada di daerah Banten, Jakarta dan Bandung. Alhamdulillah beberapa kampus menerima saya sebagai calon mahasiswanya dan akhirnya saya memilih Esa unggul sebagai kampus untuk menuntut ilmu karena dengan pertimbangan ada program double degree tersebut. Baik di indonesia maupun Cina, saya mempelajari bidang akuntansi,” ujarnya.

Kegiatan Iim di Cina tak hanya sekadar belajar di kelas saja, namun juga mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi, baik dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) cabang Nanjing, maupun kegiatan dari orang-orang lokal sendiri. Jenis kegiatannya juga beragam seperti kepanitiaan budaya, olah raga, acara resmi KJRI dan charity serta tidak lupa internship yang diikutinya.

“Banyak sekali nilai-nilai pelajaran yang dapat diambil ketika berada di Cina, mulai dari cara belajar, sosial budaya dan keadaan politik, etos kerja, disiplin dan tidak lupa kesiapan Cina menjadi negara super power di dunia. terutama teknologi yang sangat maju,” tuturnya.

Iim juga mengaku tinggal jauh dari keluarga memberikan sensasi tersendiri, seperti merindukan orang tua, melatih kesabaran dan harus menerima kenyataan saat sang Ayah berpulang saat ada kelas.

Iim juga harus tetap menjaga ibadah dan tidak lupa dengan makanan, karena ia paham betul berada di negara yang dimana saat ini ia menjadi minoritas.

“Pesan dari saya, tetap fokus dan jaga mimpinya. Selalu minta doa orang tua dalam setiap langkah, serta libatkan Allah dalam setiap perbuatan,” tutup Iim. (FS/red).

Editor : Happy Hawra

Related Articles

Berikan Komentar