Kabar

Diduga Tercemar Limbah, Warga Kini Tak Bisa Gunakan Sungai Ciujung

KABUPATEN SERANG, biem.co — Memasuki musim kemarau, aliran Sungai Ciujung yang berada di Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa menghitam dan mengeluarkan bau menyengat.

Menurut warga sekitar, air sungai berubah warna hitam sudah terjadi hampir satu bulan ini. Padahal sebelumnya, air tersebut masih bisa digunakan untuk keperluan MCK dan mencari ikan.

“Warga tergantung dengan air Sungai Ciujung yang biasa dipakai sehari hari, tapi sekarang tak lagi bisa digunakan,” kata Sukma, salah satu warga setempat, Selasa (09/07/2019).

Warga mengaku terganggu dengan bau menyengat dan menghitamnya sungai tersebut. Mereka menduga sungai hitam tersebut tercemar limbah oleh sejumlah perusahaan yang membuang limbah ke sungai itu.

“Terlebih saat kemarau ini, air sudah tak bisa dipakai sama sekali, bahkan harus mencari sumber air lain,” ujar warga lainnya, Sarip.

Sarip berharap, warga berharap pemerintah daerah dapat menindak tegas pencemar lingkungan dan melakukan normalisasi di Sungai Ciujung.

Sementara Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengancam akan membawa ke ranah hukum perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan atau membuang limbah ke Sungai Ciujung.

“Karena kondisi sungai tersebut mengalami perubahan warna diduga akibat tercemar oleh limbah industri, terlebih saat ini sudah masuk musim kemarau,” ujar Tatu.

Bupati Tatu mengatakan, pihaknya telah menerjunkan jajarannya ke lokasi Sungai Ciujung untuk melakukan penelitian. Menurutnya, jika terbukti aliran sungai ini menghitam akibat tercemar limbah industri, pihaknya mengancam akan memidanakan perusahaan tersebut.

“Fenomena perubahan warna pada aliran sungai ini, selain merugikan warga setempat juga dikhawatirkan akan merusak ekosistem biota laut karena sungai ini bermuara hingga ke laut,” pungkasnya. (firo/red)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *