Kabar

Hingga 2024, Hanya Tahun 2019 Gerhana Matahari Cincin Dapat Diamati di Indonesia

biem.co – Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 26 Desember 2019 mendatang. Gerhana ini diprediksi akan dimulai pukul 12.15 WIB dan memasuki fase puncak pada 12.17 WIB.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam akun YouTube resminya mengungkapkan, lokasi terbaik untuk melihat fenomena ini adalah di Siak, Riau dimana akan terjadi dengan durasi 3 menit 40 detik.

Selain itu, gerhana matahari cincin juga dapat teramati di wilayah Indonesia bagian barat, meliputi Sibolga, Padang Sidampuan, Siak, Duri, Pulang Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang, Batam, Tanjung Pinang, Singkawang, Makulit, Tanjung Selor, dan Berau.

Beberapa wilayah lain juga dapat menikmati gerhana sebagian, yakni Jakarta, Surabaya, Makasar, Manado, Kupang, Ambon, dan Jayapura.

Kendati demikian, masyarakat yang berada di wilayah-wilayah yang dapat mengamati gerhana matahari cincin tidak dapat melihatnya dengan mata telanjang lantaran disinyalir akan merusak retina.

Hal tersebut dikatakan oleh dr Zeiras Eka Djamal SpM dari Jakarta Eye Center, Rabu (18/12/2019).

“Gerhana matahari cincin memang tidak bisa dilihat secara mata telanjang ya, harus memakai kacamata pelindung, karena khawatir nanti cahaya yang terkena mata akan membuat retina rusak,” katanya dilansir dari detikcom.

Lebih lanjut dr Zeiras menuturkan, diperlukan kacamata pelindung khusus yang dibuat dari bahan sejenis kromium atau alumunium untuk melemahkan pancaran radiasi inframerah.

“Bahan yang ada dalam kacamata khusus ini merupakan sebuah filter yang diyakini bisa mengurangi dampak berbahaya yang terjadi saat melihat gerhana matahari cincin,” tambahnya.

Diketahui, gerhana matahari terjadi saat bulan berada pada fase bulan baru. Ketika posisi bulan terletak antara bumi dan matahari.

Saat gerhana matahari total, piringan matahari akan tertutup seluruhnya oleh piringan bulan. Namun, pada 26 Desember 2019 nanti, piringan bulan tidak akan 100 persen menutupi piringan matahari.

Menurut data LAPAN, gerhana matahari cincin terjadi 1 sampai 2 tahun sekali. Fenomena ini terakhir terjadi pada 26 Februari 2017 dan akan kembali terjadi pada 1 Juni 2020, 10 Juni 2021, 14 Oktober 2023, dan 2 Oktober 2024.

Yang menarik, dari tanggal tersebut, hanya gerhana pada tahun 2019 yang dapat diamati dari wilayah di Indonesia. (Eys)

Editor: Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button