Wisata & Kuliner

Cerita di Balik Kesuksesan Sate Taichan Mas Boy Cabang Senayan

KOTA SERANG, biem.co – Dari beberapa kedai sate taichan yang berdiri di Ibu Kota Provinsi Banten, sate taichan Mas Boy yang berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani (Sebrang SMAN 1 Kota Serang), menjadi salah satu pilihan kuliner muda mudi di Kota Serang.

Bahkan, sebelum jam buka pun (19.00 WIB) para konsumen sudah harus rela antri untuk dapat menikmati suguhan sate ayam kekinian tersebut.

Audiar Lutfi Fadly yang merupakan owner dari sate taichan Mas Boy cabang Senayan tersebut mengaku dalam semalam ribuan tusuk sate ludes terjual.

“Awal buka kita dari pukul 19.00 – 03.00, semakin ke sini berjualan ngga sampai pukul 03.00 sudah habis, rata-rata habis di pukul 00.00 – 01.00 sudah sold out. Untuk sehari saja kita punya persediaan sebanyak 2.000 tusuk sate, dan itu selalu habis,” kata Audiar saat diwawancarai biem.co, Kamis (13/2/2020).

Ia mendirikan bisnis sate taichan Mas Boy cabang Senayan tersebut sejak tahun 2019, itu pun berawal dari kegelisahan dirinya dan teman-temannya, karena di Kota Serang tidak ada sate taichan yang se-real ditempat asalnya yakni Senayan, Jakarta Selatan pada tahun 2016.

“Saya lihat sebelum adanya Mas Boy di Serang memang sudah ada beberapa sate taichan. Tapi rasanya tidak seperti sate taichan yang hits banget yang ada di Senayan, dari keresahan itu saya beranikan diri untuk buka,” ungkapnya.

Saat buka pertama kali, Audiar melihat respon dari konsumen sangat luar biasa, terbukti dengan habis ribuan tusuk dengan kurun waktu hanya dua jam

Sementara, untuk perbedaan sate taichan Mas Boy dengan sate taichan lainnya yang ada di Kota Serang dengan menjaga keaslian dari bisnis satenya.

“Kalau di tempat asalnya (Senayan) satenya itu hanya sate ayam saja, jadi cuma ada sate kulit, full daging sama campur. Nah di Serang semua sate taichan enak, cuma kalo di Serang ada baso, usus, ati ampela, telor puyuh dan macam-macam tidak se-real yang di Senayan,” jelasnya.

Dengan konsep outdor, Ia mengaku tidak menjadi masalah, kalaupun turun hujan, tidak berpengaruh terhadap penjualannya sendiri.

“Kalau hujan, kita penjualan tetap sama, tapi market-nya beda, market online yang masuk, kita juga nyiapin tenda kalau hujan,” ujarnya.

Dari bisnis sate taichan Mas Boy tersebut, Audiar mengaku sudah mendapat omset rata-rata Rp5 juta dalam satu malam. (Iqbal)

Editor : Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *