Kabar

Tingginya Optimisme Generasi Muda di Sektor Pendidikan dan Kebudayaan

biem.co — Generasi muda memiliki tingkat optimisme yang tinggi terhadap sektor pendidikan dan kebudayaan. Hal itu tercermin dari hasil Survei Indeks Optimisme 2021 yang dilakukan Good News From Indonesia (GNFI) dengan perolehan angka net indeks 83,9 persen.

Faktor yang menyebabkan tingginya optimisme generasi muda ada pada sub-sektor pendidikan, yang disebabkan semakin mudahnya akses pendidikan berkualitas di Indonesia.

Kemudian pada sub-sektor kebudayaan, diterimanya produk kerajinan tangan Indonesia pada level dunia menjadi faktor yang menyebabkan tingginya optimisme generasi muda pada sektor kebudayaan.

“Optimisme dalam subjek pendidikan menjadi modal banyak hal. Modal untuk sehat secara jiwa dan raga. Pemuda memiliki kesehatan mental walaupun di kondisi yang krisis, mereka mampu melihat dunianya dalam perspektif yang positif. Rasa optimis dalam subjek pendidikan juga menjadi modal untuk banyak hal untuk kompetensi-kompetensi yang esensial,” ujar Pendidik dan Inisiator ‘Semua Murid Semua Guru’, Najelaa Shihab, dalam Peluncuran dan Diskusi Hasil Survei Indeks Optimisme 2021 melalui Zoom Meeting, Jumat (13/8/2021).

“Perguruan tinggi ada di berbagai daerah. Akses pendidikan saat ini merupakan capaian yang baik, namun tidak semua akses pendidikan memiliki kualitas yang baik di semua jenjang. Termasuk di jenjang pendidikan tinggi yang menjadi alasan pemuda optimis di subjek pendidikan,” tambahnya.

Baca Juga: GNFI Ungkap Optimisme Generasi Muda terhadap Kemajuan Bangsa

Baca Juga: 67 Persen Generasi Muda Optimis terhadap Masa Depan Indonesia

Untuk diketahui, tingkat net index optimisme per sektor pendidikan dan kebudayaan ini diperoleh dari hasil; produk kerajinan tangan budaya Indonesia diterima dunia (71,0 persen), produk musik budaya Indonesia diterima dunia (69,5 persen), produk fesyen budaya Indonesia diterima dunia (69,1 persen), produk film budaya Indonesia diterima dunia (68,8 persen), mendapatkan akses pendidikan berkualitas di masa depan (66,7 persen), menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi keluarga di masa depan (61,1 persen), dan mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan (45,8 persen). (hh)

Editor: Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button