Kabar

Unsera Jadi Tuan Rumah Rapat Kerja Nasional ABPTSI

KOTA SERANG, biem.co — Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI) tengah menggelar rapat kerja nasional yang berlokasi di Kampus Universitas Serang Raya (Unsera). Rapat kerja digelar 19-20 November 2021 bertempat di Gedung Rachmatoellah.

Dalam acara tersebut, rencananya akan dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, tetapi karena ada halangan, keduanya diwakilkan oleh ASDA I, Septo Kalnadi.

Selain itu, Dirjen Dikti & Ristek Nizam, Dharnita Chandra, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah 4, Ketua Umum ABPTSI Thomas Suyatno, Iman Santoso, Wakil Ketua Umum ABPPTSI pusat, Iswachyu Dhaniarti juga turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Nizam meminta agar perguruan tinggi menjadi tulang punggung pendidikan. Menururnya, para mahasiswa harus senantiasa digembleng agar tidak kaget dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Perguruan tinggi dapat menjadi tulang punggung pendidikan tinggi. Di tengah teknologi yang pesat, kita mesti menyiapkan kompetensi yang kita pun belum tahu untuk 5 tahun yang akan datang. Refleksi 5 tahun lalu kita tidak pernah tahu kita bisa telemedicine. Semua ini terjadi karena perubahan teknologi yang sangat pesat. Kita sebagai yayasan penyelenggara pendidikan tinggi harus menyiapkan adik-adik lulusan perguruan tinggi dengan berbagai kompetensi. MBKM ini adalah salah satu terobosan baru untuk masa depan lulusan perguruan tinggi,” ujar Nizar, Jumat (19/11/2021).

Lebih lanjut ia menyampaikan, mahasiswa harus dibekali dengan keterampilan agar tidak hanya mengandalkan ijazah pada saat mereka mencari pekerjaan.

“Perlu Diingatkan kampus kita sedang menyiapkan SDM unggul, kreatif, berakhlak mulia yang Mempunyai 2-3 hal penting, yaitu kualitas. Jika ijazah hanya selembar kertas hal itu sangat berbahaya, karena apa? Hal ini akan menjadi jutaan pencari kerja yang tidak siap dalam dunia kerja, tidak memiliki kompetensi sebagai seorang sarjana. Kita harus menjadi garda terdepan untuk menjaga mutu perguruan tinggi,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya lagi, perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat dan membawa perubahan yang nyata sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan masyarakat.

“Jangan sampai kita menyelenggarakan pendidikan tinggi yang jauh dari kebutuhan nyata di masyarakat. Relevansi artinya Kampus Merdeka, kita bawa para profesional dan pelaku usaha ke dalam kelas untuk berinteraksi dengan mahasiswa. Hal ini penting dijaga, agar perguruan tinggi tetap dibutuhkan oleh masyarakat,” ucapnya. (as)

Editor: Yulia

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button