SERANG, biem.co – Sepak terjang seorang pemimpin menjadi tolok ukur keberhasilan dari setiap organisasi maupun institusi. Maka dari itu kepemimpinan yang berintegritas, humanis, serta profesional merupakan contoh yang baik bagi anggotanya.
Sehingga memberikan dampak dan inspirasi bagi anggota untuk mengadopsi nilai-nilai serupa.
Salah satu contoh konkret keteladanan dalam kepemimpinan berintegritas dapat dilihat pada sosok Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko. Lewat program ‘Ngariung Iman, Ngariung Aman’, AKBP Condro membawa pelayanan Polri semakin dekat dengan masyarakat.
Berikut kesaksian yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang, KH Tb Khudori Yusuf mengatakan sosok Condro Sasongko yang dikenalnya tidak hanya sebagai pemimpin yang tegas dan profesional, tetapi juga sebagai sosok yang humoris dan dekat dengan seluruh elemen masyarakat.
Melalui pendekatan yang santai namun tetap berwibawa, Condro Sasongko berhasil membangun hubungan yang harmonis dengan alim ulama Kabupaten Serang, baik dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah ataupun organisasi Islam lainnya.
“Salah satu program unggulan yang mencerminkan pendekatan humanisnya dengan tokoh agama dan masyarakat adalah “Ngariung Iman Ngariung Aman”, sebuah forum diskusi santai untuk mendapatkan masukan dan saran serta mengatasi permasalahan secara langsung di lapangan,” ucap Khudori.
Dalam acara ini, kata Khudori, beliau sering kali mengundang warga ke rumah dinasnya untuk berbincang santai sambil menikmati hidangan sederhana.
Selain itu, sosok Condro Sasongko sering turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan warga menyampaikan pesan kamtibmas. Misalnya, dalam menjalankan program Ngariung Iman Ngariung Iman, Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan Pergerakan Cepat Anggota Kepolisian (PECAK).
“Dengan gaya komunikasi yang hangat dan humoris, ia mampu mencairkan suasana, membuat masyarakat merasa lebih nyaman dalam menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang mereka hadapi,” jelasnya.
Pernyataan serupa dikatakan Ketua Pormasi Cikoja Kabupaten Serang Ujang Supriatna bahwa sosok Condro Sasongko adalah pemimpin yang memiliki jiwa sosial tinggi sehingga masyarakat merasa terbantu dan sangat respon dalam menjaga keamanan, ketertiban bersama masyarakat.
“Saya tahu betul, beliau hampir setiap hari terjun ke lapangan bersama jajaran untuk menyapa dan mendengar langsung keluhan dari masyarakat, serta memberi bantuan,” kata Ujang.
Ia juga mengatakan, sosok humanis Condro Sasongko dikenal aktif duduk bersama dalam berbagai kegiatan sosial. Melalui program Ngariung Iman Ngariung Aman atau Poliran, beliau juga mampu mengatasi segala permasalahan yang diungkapkan masyarakat.
“Gaya kepemimpinannya yang responsif dan humanis sangat disukai masyarakat. Setiap keluhan atau permasalahan selalu diatasi dengan cepat. Saya rasa untuk saat ini belum ada Kapolres memiliki sifat seperti beliau. Jadi tidak salah jika sosok Condro Sasongko ini patut dijadikan teladan karena saya tahu betul di lapangan,” tandasnya.
Sementara Ketua PWI Serang Raya Engkos Kosasih mengaku memiliki penilaian khusus pada sosok Kapolres Condro Sasongko yaitu keterbukaan akses informasi, wawancara dan konfirmasi berubah signifikan.
“Perubahan yang kami maksud yaitu wartawan saat ini sangat mudah mendapatkan informasi yang berkaitan dengan hukum dan kriminal yang ditangani Polres Serang,” terangnya.
Menurut Engkos, Kapolres juga tidak pernah memberikan jarak kepada media manapun. Bahkan, beliau bersedia memberikan keterangan 24 jam. Apabila ada pengungkapan yang belum diketahuinya atau masih pengembangan, biasanya wartawan diminta untuk menunggu.
“Pak Kapolres juga menampung keluhan dan saran dari teman-teman wartawan. Setiap ada pengungkapan pasti memberitahu dan menggelar konferensi pers, itu yang diinginkan media selama ini. Pola komunikasi yang dibangun Kapolres AKBP Condro Sasongko ini patut menjadi contoh kedepan,” tuturnya.
Selain keterbukaan informasi dan tanpa jarak, kata Engkos, memiliki waktu khusus bertemu dengan teman-teman wartawan untuk ngobrol bareng sambil minum kopi, baik di ruang kerja maupun di rumah dinasnya.
“Komunikasi yang dibangun Pa Condro sudah cukup baik karena polanya tidak berjarak, khususnya kami yang mengalami sendiri,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Desa Tegal Maja Muhammad Ikhsan juga mengungkapkan bahwa Kapolres AKBP Condro Sasongko adalah figur pemimpin yang tidak suka duduk di ruangan, selalu di lapangan agar bisa mengetahui dan memahami karakteristik masyarakat.
“Kami katakan luar biasa, sosok Condro Sasongko adalah Kapolres yang out of the box yaitu lebih memilih bekerja di lapangan sehingga mampu memahami karakteristik masyarakat. Tak heran, di bawah kepemimpinan beliau, Kabupaten Serang tetap kondusif,” ungkapnya.
Menurut Ikhsan, Kapolres Condro Sasongko juga dikenal sebagai pemimpin yang bersahaja, rendah hati, sederhana, ramah, serta selalu menghargai setiap orang, termasuk para tokoh agama. Gayanya yang jenaka banyak disukai masyarakat.
“Beberapa kali berinteraksi langsung dengan beliau, kami mengetahui betul sosok Condro Sasongko. Beliau memiliki jiwa sosial yang begitu tinggi, utamanya mendorong pelaku UMKM dan program pemerintah lainnya. ,” tandasnya.
Sementara Bripka Hana Heriyana, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kragilan mengatakan Condro Sasongko sosok pimpinan yang pantas dijadikan panutan bagi anggota Polri, khususnya di lingkungan Polres Serang.
Hana menilai gaya kepemimpinan Kapolres Condro Sasongko begitu bijaksana dalam menyikapi dan mendukung kegiatan anggota yang menyangkut program-program Kapolda Banten yang dilaksanakan Kapolres yaitu polisi peduli pengangguran (Poliran).
“Salah satu contohnya adalah kegiatan saya pribadi dengan Kepala Desa berkaitan dengan kegiatan UMKM di desa binaan saya yaitu Desa Tegal Maja,” kata Hana.
Menurut Hana, bersama Kepala Desa Tegal Maja melakukan pembuatan pupuk kompos organik yang sudah berjalan lebih dari setahun. Pembuatan pupuk organik yang diberi nama “Pa Babin” ini sebagai sebagai langkah mendukung program Kapolda dan Kapolres dalam mengatasi pengangguran di desa.
“Alhamdulillah berkat bantuan bapak Kapolres, pupuk Pa Babin digunakan untuk program ketahanan pangan. Tidak hanya itu, pupuk Pa Babin juga beliau salurkan ke koperasi. Mudah-mudahan langkah ini bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi,” tandasnya.
Sementara Condro Sasongko menyebut program ‘Ngariung Iman, Ngariung Aman’ tradisi yang melekat di masyarakat Banten sebagai sarana silaturahmi komunikasi dengan warga dalam mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas.
Dengan mengunjungi desa-desa, lanjut Condro, komunikasi dengan masyarakat lebih terbuka dan segala permasalahan yang ada segera diketahui, dan selanjutnya dicari titik solusinya, semisal permasalahan air bersih, lampu penerangan jalan, pengangguran maupun kenakalan remaja hingga narkoba.
Oleh karenanya, Condro menargetkan polres dalam sehari selesaikan dua masalah, baik laporan polisi atau aduan masyarakat. Dan polsek selesaikan satu masalah tiap hari.
“Jadi setiap hari polsek harus ada target dan harus memberdayakan stakeholder agar memanfaatkan CSR-nya sesuai target yang diharapkan masyarakat. Kalau polres itu targetnya dua permasalahan setiap harinya harus selesai,” terang dia.
Condro menyebut jika program Ngariung Iman Ngariung Aman juga mampu menekan angka kejahatan di Kabupaten Serang, di mana data Januari-September 2023 terdapat 245 tindak pidana dengan penyelesaian 106 kasus, dan di periode yang sama tahun 2024 terdapat 112 tindak pidana dengan 120 penyelesaian kasus.
“Artinya angka kejahatan menurun 54,28 persen dan angka penyelesaian kasus naik 6,6 persen,” kata Condro. ***








