JAKARTA, biem.co – Sanggar seni anak Huma Rumil kembali gelar pertunjukan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat. Sanggar seni yang didirikan oleh Sha Ine Febriyanti ini sudah banyak menggelar pertunjukan sejak didirikan (2012) hingga kini (2025).
Sebelumnya pada (23 Februari 2025) telah mementaskan pertunjukan teater dan puisi, digabungkan dengan Tari Kalimantan di Kandank Jurank, Tangsel. Kini, tidak kurang dari 20 orang anak kembali mempersembahkan karya terbarunya dalam bentuk pertunjukan drama musikal berjudul “Kerajaan Burung”.
Kisah yang bertajuk Kerajaan Burung dalam pertunjukan ini bermula dari sekelompok kecil burung berpamitan pada Kiku, sahabat burung-burung. Kiku terkejut atas cerita para burung kenapa mereka harus pergi yaitu karena mereka ditembaki oleh oknum warga.
Namun, tak lama setelah burung-burung itu pergi meninggalkan Kiku dan desanya, bencana menimpa desa para petani mengalami gagal panen karena hama merajalela. Kiku terpaksa harus menempuh jalan panjang dan berbahaya demi mengajak burung-burung kembali ke desa. Para pemain bernyanyi sambil menari menyampaikan pesan-pesan pada penonton.
Pertunjukan yang diperankan oleh para pemain anak-anak dan remaja ini sangat menarik disaksikan dari awal hingga akhir. Meskipun usia mereka masih anak-anak dan remaja, mereka sangat terlatih dan terampil saat berakting hingga dapat membawa penonton larut dalam suasana mengikuti cerita dan konflik yang terjadi.
Keluguan para pemain yang didominasi dengan anak-anak saat berakting di atas panggung kadang memunculkan kelucuan mengundang gelak tawa penonton. Pertunjukan yang dibawakan dengan penuh ceria, keluguan, kelucuan, dan kegembiraan ini ternyata membawa pesan yang sangat dalam, yaitu mengingatkan dan mengajak kita untuk selalu menjaga alam dan ekosistemnya.
Tidak hanya akting anak-anak dan para remaja yang menarik, eksplorasi artistik yang meliputi cahaya, multimedia, setting, kostum dan tata rias juga menjadikan pertunjukan ini menghibur tapi sarat pesan moral. (BW)






