SERANG, biem.co – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus mendatang, Ketua DKM Masjid Ats-Tsauroh Kota Serang, H. Khaeroni, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi kemerdekaan dengan semangat kebaikan, persatuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Menurut H. Khaeroni, kemerdekaan yang telah diraih dengan perjuangan para pahlawan tidak hanya layak untuk dirayakan secara seremonial, namun harus dimaknai dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemerdekaan itu bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga membebaskan diri dari kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan. Maka menyambut Hari Kemerdekaan harus dengan semangat kebaikan dan kepedulian sosial,” ujar H. Khaeroni dalam wawancara di Masjid Ats-Tsauroh, Kota Serang.
Ia menekankan bahwa sebagai umat beragama dan warga negara, masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk mengisi kemerdekaan dengan amal kebajikan, seperti memperkuat silaturahmi, membantu sesama, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas ibadah serta etos kerja.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi pusat peradaban dan perbaikan masyarakat. Dari masjid kita ajak umat untuk peduli pada tetangga, memberdayakan ekonomi umat, dan memperkuat rasa cinta tanah air,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Khaeroni mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penikmat kemerdekaan, tetapi juga menjadi penjaga dan penerus nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, generasi muda harus dijauhkan dari sikap apatis dan diajak aktif dalam kegiatan yang membangun, baik di lingkungan sosial, pendidikan, maupun keagamaan.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini untuk membangkitkan semangat berkarya, belajar sungguh-sungguh, dan terus berbuat baik dalam kapasitas masing-masing,” ujarnya.
Di akhir pesannya, H. Khaeroni menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Indonesia, katanya, adalah negeri yang besar dengan keberagaman yang luar biasa, dan kemerdekaan akan lebih bermakna jika dirawat bersama dalam harmoni.
“Mari kita isi kemerdekaan ini bukan hanya dengan lomba dan upacara, tapi juga dengan mempererat persaudaraan, saling menghormati, dan terus menebar kebaikan. Itulah makna sejati dari kemerdekaan Indonesia Raya,” pungkasnya. ***








