SERANG, biem.co – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Banten menyiapkan Rp700 juta uang layak edar untuk masyarakat di Pulau Tunda dan Pulau Panjang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) sekaligus implementasi kebijakan clean money policy guna memastikan masyarakat di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) tetap mendapat akses uang rupiah dalam kondisi baik dan pecahan sesuai kebutuhan.
Kepala BI Banten menjelaskan, keterbatasan layanan perbankan di pulau-pulau kecil menyebabkan uang rupiah yang beredar di sana sering kali dalam kondisi tidak layak. Karena itu, BI rutin mengedarkan uang ke dua pulau tersebut sejak berdirinya kantor BI Banten pada 2017.
“Kami siapkan Rp700 juta dengan pecahan lengkap mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp20.000, hingga Rp50.000 dan Rp100.000. Harapannya, ketersediaan pecahan kecil bisa memperlancar transaksi sehari-hari masyarakat dan mendukung perputaran ekonomi lokal,” ujarnya.
Selain menyalurkan uang baru, BI juga menarik uang lusuh yang beredar di masyarakat. Kegiatan ini turut disertai edukasi penggunaan QRIS, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, serta penyuluhan mengenai pencegahan kejahatan digital.
Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., CHRMP, Komandan Lanal Banten, menegaskan bahwa TNI AL siap mendukung program BI untuk menjangkau pulau-pulau kecil.
“Inisiatif Bank Indonesia menunjukkan negara tidak pernah absen hadir melayani rakyat, bahkan hingga ke pulau terkecil. Kami di Lanal Banten siap bersinergi untuk mendukung distribusi uang rupiah yang layak edar, sekaligus memberikan layanan kesehatan gratis bersama RS Fatimah,” katanya.
Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat Pulau Tunda dan Pulau Panjang tidak hanya mendapatkan uang rupiah dalam kondisi baik, tetapi juga merasakan perhatian negara dalam meningkatkan kenyamanan transaksi sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi hingga ke pelosok nusantara. ***








