SERANG, biem.co – Siapa sangka sebuah konter pulsa kecil di Kecamatan Pamarayan bisa tumbuh menjadi pusat distribusi digital yang menggerakkan ekonomi warga? Kisah inspiratif itu datang dari Muhammad Aswar, pemilik 3Kiosk, yang kini menjadi salah satu mitra Tri paling berkembang di wilayah Serang.
Perjalanan Aswar dimulai dari sebuah konter sederhana yang hanya menjual pulsa, kartu perdana, dan paket internet. Namun titik balik terjadi pada 2022, ketika ia resmi bergabung sebagai mitra 3Kiosk. Sejak itu, usahanya bertumbuh jauh lebih cepat dari yang ia bayangkan.
Kini, Aswar menjadi penyalur produk digital Tri untuk lebih dari 120 retailer di tiga kecamatan, mencakup 29 kelurahan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan konektivitas masyarakat, usahanya juga menciptakan dampak ekonomi yang signifikan di lingkungannya.
“Awalnya saya cuma jualan pulsa. Tapi sejak jadi mitra Tri, saya belajar melayani pelanggan dengan profesional dan bahkan bisa membuka lapangan kerja di sekitar saya,” ujarnya saat ditemui di kiosnya, Rabu (15/10/2025).
Berkat jaringan distribusi yang semakin luas, Aswar mampu meraih omzet sekitar Rp70 juta per kecamatan, atau total Rp210 juta per bulan dari tiga wilayah operasionalnya. Usaha yang dulu dijalankan sendiri kini telah mempekerjakan enam karyawan, mulai dari admin hingga tenaga penjualan lapangan.
“Alhamdulillah, masyarakat juga merasakan manfaatnya dari layanan Tri, terutama internet cepat dan terjangkau. Apalagi daerah kami termasuk wilayah terluar, jadi koneksi ini sangat membantu aktivitas digital,” kata Aswar.

Tak hanya meningkatkan skala bisnisnya sendiri, keberadaan 3Kiosk milik Aswar ikut mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Banyak UMKM kecil—mulai dari warung kelontong, pedagang pulsa rumahan, hingga toko serba ada—yang kini dapat menjual produk digital Tri dengan mudah melalui pasokan rutin dari Aswar.
Dengan konektivitas digital yang makin merata, warga semakin terbantu dalam mengelola usaha:
Pedagang online dapat mengirim pesanan lebih cepat berkat internet stabil.
Warung-warung kecil punya tambahan pemasukan dari penjualan paket data dan pulsa.
Konektivitas bukan lagi hanya soal internet, tetapi telah menjadi pintu pembuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Model usaha seperti yang dijalankan Aswar menunjukkan bagaimana kemitraan distribusi digital mampu mengubah perekonomian masyarakat dari level terbawah. Akses internet yang merata mendorong literasi digital, membuka peluang usaha baru, dan memperkuat daya saing UMKM lokal.
Kisah Aswar menjadi bukti bahwa ketika jaringan telekomunikasi menjangkau daerah terluar, maka peluang usaha pun ikut terbuka lebar.
“Yang penting kita mau belajar. Dari jualan kecil-kecilan, sekarang bisa bantu orang lain kerja,” tutupnya.
Melalui konektivitas digital dan kemitraan yang tepat, pelaku UMKM desa seperti Aswar mampu tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi lokal—membawa manfaat bagi keluarga, warga sekitar, dan masyarakat lebih luas.








